<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; propaganda</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/tag/propaganda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Propaganda Lewat Film</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 00:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[armageddon]]></category>
		<category><![CDATA[propaganda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu di TV diputar film &#8220;Armageddon&#8221;. Entah kenapa, walaupun sudah berulang-ulang menonton film ini, aku kembali tergerak untuk menontonnya lagi. Tentunya teman-teman semua sudah pernah nonton film ini dan sudah hapal dengan isi dari film tersebut. Jadi, aku tak akan membahas isi filmnya lagi. Aku hanya tergerak untuk mebahas tentang sisi patriotisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu di TV diputar film &#8220;Armageddon&#8221;. Entah kenapa, walaupun sudah berulang-ulang menonton film ini, aku kembali tergerak untuk menontonnya lagi. Tentunya teman-teman semua sudah pernah nonton film ini dan sudah hapal dengan isi dari film tersebut. Jadi, aku tak akan membahas isi filmnya lagi.</p>
<p>Aku hanya tergerak untuk mebahas tentang sisi patriotisme dan propaganda Amerika yang ada di film ini. Teman-teman pasti ingat adegan dimana para &#8220;orang-orang pilihan&#8221; yang akan diberangkatkan ke Asteroid itu berjalan menuju pesawat dengan diiringi ilustrasi musik yang patriotik banget, ditambah lagi dengan <span id="more-144"></span>efek slowmotion, menggambarkan betapa gagahnya para pejuang yang akan menyelamatkan bumi dari kepunahan akibat dihantam asteroid tersebut. Kalau aku boleh menyebutkan bahwa adegan itu adalah salah satu adegan terbaik dari sekian banyak adegan yang ada.</p>
<p>Kemudian, diakhir film, kita melihat bagaimana seluruh dunia bersatu dalam doa dan menaruh harapan besar kepada para pejuang-pejuang dari Amerika tersebut. Disinilah aku melihat sisi propaganda Amerika yang sangat kuat. Film itu seolah-olah menunjukkan bahwa Amerika adalah negara besar yang selalu siap melindungi bumi ini dari kehancuran. Padahal, dalam kenyataannya, Amerika adalah negara yang selalu berada di depan dalam setiap pertempuran yang notabene membuat luluh lantak setiap negara yang dimasukinya. &#8220;Armageddon&#8221; menunjukkan bahwa film, yang oleh sebagian besar orang dianggap hanya sebagai sebuah hiburan belaka, ternyata memiliki media yang sangat kuat untuk melakukan propaganda.</p>
<p>Bagaimana dengan Indonesia? Dulu, pada masa Orde Baru, kita tentunya masih ingat dengan berbagai film perjuangan yang diproduksi di negeri ini. Sebut saja &#8220;Janur Kuning&#8221;, &#8220;Pemberontakan G 30 S PKI&#8221;, &#8220;Cut Nyak Dhien&#8221;, dan lain sebagainya. Film Janur Kuning yang menggambarkan peristiwa sejarah Serangan Umum 1 Maret tersebut berhasil menumbuhkan kekaguman kita terhadap Soeharto yang ketika itu menjabat sebagai presiden RI. Padahal, menurut cerita, Soeharto sama sekali tidak terlibat dalam pertempuran tersebut. Begitu juga dengan film Pemberontakan G 30 S PKI. Kita kembali melihat kegagahan seorang Soeharto yang mengambil alih kekuasaan demi kestabilan bangsa. Pada akhirnya, setelah tumbangnya rezim Orde Baru, film tersebut digugat karena katanya tidak sesuai dengan sejarah. Tapi ternyata, selama berpuluh-puluh tahun, masayarakat Indonesia telah lebih dahulu memahami peristiwa G 30 S PKI tersebut seperti apa yang muncul di film. Sekali lagi, film telah menjadi alat propaganda yang sangat baik untuk membentuk opini publik tentang suatu peristiwa atau seorang tokoh.</p>
<p>Saat ini, saya melihat bahwa Film Indonesia telah menjadi sarana propaganda kebudayaan barat dan sesat. Sebuah propaganda bahwa hal-hal yang haram itu sekarang sudah menjadi halal, dan mengangkat mistik-mistik yang menyesatkan. Dan film-film seperti in begitu laris dipasaran dan terus-menerus diproduksi. Paling tidak itu anggapan para produser film kita.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Propaganda+Lewat+Film+http://bangfiko.web.id/?p=144" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
