<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; produser</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/tag/produser/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Manohara, Sebuah Cerita</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/manohara-sebuah-cerita/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/manohara-sebuah-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 00:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[dunia hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[infotainment]]></category>
		<category><![CDATA[kasus penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan kelantan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[manohara]]></category>
		<category><![CDATA[penny press]]></category>
		<category><![CDATA[produser]]></category>
		<category><![CDATA[selebriti]]></category>
		<category><![CDATA[seniman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[disadari atau tidak, ekspose media telah mendongkrak pamor seseorang. Manohara pasti akan sangat berbahagia, karena selain kebebasannya dari belengu dinding istana Kelantan, di luar sana, para produser film dan sinetron telah antri untuk mengajaknya ikut dalam produksi sinetron atau film mereka, atau mungkin mereka telah menyiapkan cerita khusus berkaitan dengan kasus yang dialaminya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada era tahun 1830-an di Amerika Serikat muncullah istilah Press Agents/Press Agentry. Profesi ini muncul seiring dengan semakin populersurat kabar sebagai media penyampai informasi. Pada masa itu, masyarakat Amerika bahkan sangat menggemari surat kabar Penny Press (istilah lain dari Koran Kuning) yang banyak memuat berita-berita yang sensasional.<br />
<span id="more-224"></span>Kepopuleran jenis Koran Kuning ini ditengah-tengah masyarakat telah menyadarkan orang-orang yang berkecimpung di dunia hiburan (Entertainment Industry) untuk memanfaatkan situasi ini dengan sebaik-baiknya. Mereka melihat fenomena surat kabar ini sebagai sebuah kesempatan emas untuk menjadi terkenal. Kepopuleran akan ada dalam genggaman jika nama serta berita mengenai mereka muncul di surat kabar. Pada perkembangannya, para seniman/artis, dengan dibantu press agents, berusaha membuat berita-berita sensasional, bahkan banyak yang direkayasa atau berita bohong. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana mereka bisa muncul di koran dan terkenal.</p>
<p>Hampir dua abad berlalu. Di dunia, khususnya Indonesia muncul pula era infotainment, sebuah pemberitaan yang mengkhususkan pada dunia hiburan dan selebriti. Hampir sama dengan era press agent, para artis dan selebriti seolah-olah juga memahami bahwa untuk terkenal, mereka harus bisa diekspose oleh infotainment. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, apabila ingin laris dipakai oleh para produser sinetron, atau ingin mempopulerkan sebuah band, lagu, atau film, dibuatlah berita sensasional yang akan memancing infotainment mengekspose mereka. Lantas, diharapkan dengan munculnya berita sensasional tersebut, dapat mendongkrak band, lagu, film, atau hal-hal yang berhubungan dengan komersialitas si artis.</p>
<p>Manohara Odelia Pinot, mendadak menjadi pusat pemberitaan ketika sang Ibu membeberkan kepada pers tentang kasus penculikan dan penyanderaan sang anak oleh suaminya sendiri, putra mahkota kerajaan Kelantan, Malaysia. Begitu besarnya potensi berita tersebut, sehingga setiap hari kita selalu disuguhkan berita tersebut.</p>
<p>Berita terbaru seputar Manohara adalah keberhasilannya melarikan diri di Singapura, hingga berhasil kembali ke Jakarta. Berita yang satu ini dinilai memiliki nilai yang sangat tinggi, sehingga salah satu stasiun TV swasta nasional yang mendapatkan liputan eksklusif lengkap dengan videonya, menayangkan secara eksklusif pula selama 30 menit tentang drama pembebasan Manohara, dalam program beritanya. Berita ini sepertinya mengalahkan berita tentang tiga pasang capres-cawapres kita yang akan bertarung pada pilpres mendatang.</p>
<p>Sekali lagi, disadari atau tidak, ekspose media telah mendongkrak pamor seseorang. Manohara pasti akan sangat berbahagia, karena selain kebebasannya dari belengu dinding istana Kelantan, di luar sana, para produser film dan sinetron telah antri untuk mengajaknya ikut dalam produksi sinetron atau film mereka, atau mungkin mereka telah menyiapkan cerita khusus berkaitan dengan kasus yang dialaminya.</p>
<p>Namun, dia juga pasti masih bersedih, karena di negeri itu, ratusan atau mungkin ribuan TKI dan TKW Indonesia mengalami nasib yang sama atau mungkin lebih buruk darinya, sementara keluarga di tanah air hanya bisa menunggu, berharap dan berdoa, semoga Tuhan memberi kesempatan mereka untuk kembali berkumpul bersama keluarganya di tanah air.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Manohara%2C+Sebuah+Cerita+http://bangfiko.web.id/?p=224" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/manohara-sebuah-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Mereka Tak Sekolah?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/apakah-mereka-tak-sekolah/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/apakah-mereka-tak-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 00:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Program TV]]></category>
		<category><![CDATA[dahsyat]]></category>
		<category><![CDATA[derings]]></category>
		<category><![CDATA[inbox]]></category>
		<category><![CDATA[konser musik]]></category>
		<category><![CDATA[produser]]></category>
		<category><![CDATA[rcti]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sctv]]></category>
		<category><![CDATA[trans TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini selalu muncul dalam benakku setiap pagi ketika menyaksikan acara musik di TV swasta Indonesia. Acara yang pertama kali muncul di SCTV dengan nama "Inbox", kemudian disusul (latah) oleh RCTI dengan nama "Dahsyat", dan terkahir ada juga di Trans TV dengan judul "Derings".
Kalo Anda selalu menyaksikan acara tersebut, pasti melihat kalo yang datang ke tempat acara tersebut sebagian besar adalah anak-anak dan remaja. Nah, di jam yang seharusnya mereka berada di sekolah atau kampus, kenapa mereka bisa hadir disitu? Apa mereka tak sekolah demi menyaksikan artis pujaannya? Wah, lebih penting liat artis dong daripada sekolah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini selalu muncul dalam benakku setiap pagi ketika menyaksikan acara musik di TV swasta Indonesia. Acara yang pertama kali muncul di SCTV dengan nama &#8220;Inbox&#8221;, kemudian disusul (latah) oleh RCTI dengan nama &#8220;Dahsyat&#8221;, dan terkahir ada juga di Trans TV dengan judul &#8220;Derings&#8221; (kalo yang ini aku suka, ada Sandra Dewinya.. Wakakaka).</p>
<p>Trus hubungannya dengan pertanyaan itu?</p>
<p><span id="more-206"></span>Kalo Anda selalu menyaksikan acara tersebut, pasti melihat kalo yang datang ke tempat acara tersebut sebagian besar adalah anak-anak dan remaja. Nah, di jam yang seharusnya mereka berada di sekolah atau kampus, kenapa mereka bisa hadir disitu? Apa mereka tak sekolah demi menyaksikan artis pujaannya? Wah, lebih penting liat artis dong daripada sekolah.</p>
<p>Apakah produser acara yang merancang acara ini tidak memperhatikan hal tersebut? Sehingga dengan santainya si pembawa acara, pada saat akhir acara selalu mengajak para penonton yang hadir saat itu untuk &#8220;besok datang lagi&#8221; dengan iming-iming artis yang lebih keren.</p>
<p>Untuk Dahsyat atau Derings mungkin masih bisa ditoleransi karena pengunjungnya berganti-ganti setiap hari, dan itu pun jumlahnya tak banyak. Berbeda dengan Inbox yang diselenggarakan di Mal layaknya menonton pertunjukan konser musik, pengunjungnya bisa sampai ribuan. Apakah ada jaminan dari produser acara kalau yang hadir di lokasi acara itu selalu berganti-ganti setiap harinya, sementara di satu lokasi acara saja mereka bisa manggung selama satu minggu.</p>
<p>Sangat disayangkan ketika Pemerintah sibuk mengiklankan Sekolah Gratis ada dimana-mana, justru anak sekolahnya yang ntah berada dimana pada jam sekolah.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Apakah+Mereka+Tak+Sekolah%3F+http://bangfiko.web.id/?p=206" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/apakah-mereka-tak-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
