<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; maria ozawa</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/tag/maria-ozawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Maria Ozawa Miyabi di Film Indonesia?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 00:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[mengembalikan jati diri bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Ntah apa yang ada dalam fikiran seorang sutradara Indonesia ini.. Sebanyak ini wanita-wanita Indonesia yang cantik dan lebih menarik ketimbang bintang porno Jepang Maria Ozawa Miyabi, dia malah memilih untuk mengajak sang artis untuk bermain film di Indonesia. Film yang katanya berjudul &#8220;Menculik Miyabi&#8221; itu memang menempatkan sang artis sebagai pemeran utamanya. Tentu saja keinginan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ntah apa yang ada dalam fikiran seorang sutradara Indonesia ini.. Sebanyak ini wanita-wanita Indonesia yang cantik dan lebih menarik ketimbang bintang porno Jepang Maria Ozawa Miyabi, dia malah memilih untuk mengajak sang artis untuk bermain film di Indonesia. Film yang katanya berjudul &#8220;Menculik Miyabi&#8221; itu memang menempatkan sang artis sebagai pemeran utamanya.</p>
<p><span id="more-347"></span>Tentu saja keinginan tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak di Indonesia. Dan yang paling keras menentang adalah MUI. Hehehe&#8230; Saya juga berdiri sejajar dengan MUI untuk menentang berperannya Miyabi di Film Indonesia.</p>
<p>Di saat insan perfilman tanah air sedang berduka dengan keluarnya UU Perfilman yang baru disahkan DPR beberapa waktu lalu, sang sutradara justru sudah terang-terangan menentang UU tersebut, dengan melibatkan orang asing dalam filmnya. Dan semakin parah dengan orang asing yang diajaknya tersebut ternyata adalah bintang film porno.</p>
<p>Bagi saya, sepertinya sulit untuk memahami pemikiran para insan perfilman tanah air. Kebangkitan Film Tanah Air sepertinya tidak mampu untuk membangkitkan kreatifitas mereka untuk memproduksi film-film yang mengusung tema bervariasi dan sarat akan pesan moral.</p>
<p>Bangsa ini sedang butuh suntikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, keluar dari krisis moral yang melanda masyarakatnya. Dan semestinya, film sebagai sebuah media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok negeri, justru masih jauh dari yang diharapkan.</p>
<p>Dalam sebuah obrolan di Facebook, seorang teman saya menuliskan statusnya tentang krisis yang terjadi di masyarakat, terutama anak-anak muda di pelosok desa, yang menganggap bahwa &#8216;pekerjaan&#8217; itu adalah di perkotaan atau kerja kantoran. Hal ini mengakibatkan para pemuda yang seharusnya menjadi petani-petani handal di masa mendatang, mulai meninggalkan sawahnya dan berbondong-bondong ke kota untuk meraih mimpinya bekerja di kantor. Apa yang menyebabkan ini terjadi? Salah satu faktor penyebabnya adalah tayangan sinetron yang selalu menampilkan para eksekutif muda perkotaan dengan gaya hidup mereka yang glamour.</p>
<p>Uraian diatas mungkin hanya sebuah hipotesa yang belum terbukti keabsahannya. Namun secara logika, kesimpula itu saya rasa berkemungkinan besar BENAR. Televisi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan sebuah kebudayaan. Jadi, apabila tv menampilkan berbagai bentuk kekerasan, maka masyarakat akan cendrung berperilaku kasar pula. Demikian juga bila yang ditampilkan adalah kebidupan glamour, maka masyarakat juga akan cendrung untuk tampil glamour. Inilah yang pada akhirnya merubah gaya hidup bangsa Indonesia menjadi ikut-ikutan glamour.</p>
<p>Butuh kedewasaan dan kecerdasan dari kita semua untuk pandai-pandai menciptakan atau menonton tayangan-tayangan yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat.</p>
<p><em>Postingan ini juga diikutkan dalam kontes SEO &#8220;<strong>Mengembalikan Jati Diri Bangsa</strong>&#8220;.. Mohon dukungannya untuk blog ini. Bagi yang ingin ikutan, kunjungi <a href="http://www.beritajitu.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=689:beritajitucom-gelar-kontes-seo-berhadiah-275-juta-rupiah&amp;catid=56:event" target="_blank">beritajitu.com</a></em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Maria+Ozawa+Miyabi+di+Film+Indonesia%3F+http://bangfiko.web.id/?p=347" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
