<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; mahasiswa</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/tag/mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Mahasiswa Enggan Kembali ke Daerah Asal?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/mengapa-mahasiswa-enggan-kembali-ke-daerah-asal/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/mengapa-mahasiswa-enggan-kembali-ke-daerah-asal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 00:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah daerah]]></category>
		<category><![CDATA[riau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Riau (IMR-UI), salah seorang peserta mempertanyakan tentang realita bahwa mahasiswa yang kuliah di luar daerah (Riau), kebanyakan enggan kembali ke kampung halamannya? Termasuk mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. Menjawab pertanyaan itu, Prof Dr Maswadi Rauf yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut menyampaikan tanggapannya sebagai berikut.Kecendrungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Riau (IMR-UI), salah seorang peserta mempertanyakan tentang realita bahwa mahasiswa yang kuliah di luar daerah (Riau), kebanyakan enggan kembali ke kampung halamannya? Termasuk mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.</p>
<p>Menjawab pertanyaan itu, <a href="http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/maswadi-rauf/index.shtml" target="_blank">Prof Dr Maswadi Rauf</a> yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut menyampaikan tanggapannya sebagai berikut.<span id="more-267"></span>Kecendrungan tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain:</p>
<ol>
<li>Tidak adanya lowongan kerja sesuai dengan jurusan yang ditempuh oleh mahasiswa tersebut saat dia kembali ke kampung halamannya. Hal ini menyebabkan si mahasiswa mencari pekerjaan di daerah lain.</li>
<li>Adanya tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan di luar daerah, dibanding kampung halamannya sendiri. Bagaimanapun gaji yang tinggi merupakan daya tarik yang paling ampuh untuk para lulusan perguruan tinggi.</li>
<li>Pemerintah memberikan beasiswa tidak berdasarkan bidang-bidang yang dibutuhkan saat itu, dan tidak memberikan persyaratan ikatan dinas (wajib kembali ke kampung halaman). Hal ini menyebabkan mahasiswa yang bersangkutan tidak memiliki kewajiban moril untuk kembali ke kampung halaman. Mengenai hal ini, Prof. Maswadi Rauf menyarankan agar pemerintah dalam memberikan beasiswa, memperhatikan tenaga-tenaga ahli apa yang dibutuhkan daerah saat itu, dan bidang itulah yang diberikan beasiswa. Kemudian, mahasiswa yang selesai pendidikannya saat kembali ke kampung halamannya langsung mendapatkan lowongan kerja sesuai dengan keahliannya. Dengan demikian beasiswa yang diberikan pemerintah dapat kembali ke daerah.</li>
<li>Yang terakhir ini sebenarnya yang paling sulit. Mahasiswa tersebut menemukan jodohnya di tempat kuliah. Janji untuk berumah tangga, menyebabkan sang mahasiswa berusaha untuk mencari pekerjaan di tempat kuliahnya, agar tidak berjauhan dengan kekasih tersayang. Hehe..</li>
</ol>
<p>Postingan ini mencoba mengetuk hati teman-teman yang menuntut ilmu di luar daerahnya, agar setelah lulus, mengabdikan dirinya untuk kemajuan daerahnya. Daerah sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran cerdas anda semua.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Mengapa+Mahasiswa+Enggan+Kembali+ke+Daerah+Asal%3F+http://bangfiko.web.id/?p=267" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/mengapa-mahasiswa-enggan-kembali-ke-daerah-asal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dosen Salah Mata Kuliah</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/dosen-salah-mata-kuliah/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/dosen-salah-mata-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 10:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Genrasi muda sekarang tidak ada yang bagus!&#8221; &#8220;Para pejabat negara tidak ada yang becus!&#8221; Begitulah yang disampaikan seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di Pekanbaru. Padahal sebenarnya dosen yang katanya jebolan S3 ini adalah dosen Manajemen Perkantoran. Lantas kenapa dosen itu malah mengkritik dan menghujat pemerintah dan generasi sekarang? &#8220;Saya ingin anda-anda para mahasiswa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Genrasi muda sekarang tidak ada yang bagus!&#8221;</p>
<p>&#8220;Para pejabat negara tidak ada yang becus!&#8221;</p>
<p>Begitulah yang disampaikan seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di Pekanbaru. Padahal sebenarnya dosen yang katanya jebolan S3 ini adalah dosen Manajemen Perkantoran. Lantas kenapa dosen itu malah mengkritik dan menghujat pemerintah dan generasi sekarang?<span id="more-102"></span></p>
<p>&#8220;Saya ingin anda-anda para mahasiswa yang mengambil mata kuliah sama saya sekarang ini jadi orang benar!&#8221;</p>
<p>Oooo.. si dosen ternyata menganggap mahasiswa yang ikut mata kuliahnya pada gak benar semua. Mahasiswa terpaksa manggut-manggut karena takut tidak lulus mata kuliah ini atau dapat nilai jelek.</p>
<p>Tiba saat ujian tengah semester..</p>
<p>Seorang mahasiswa maju kedepan, &#8220;Pak, Si Fulan tidak bisa ikut ujian karena pamannya meninggal&#8221;.</p>
<p>&#8220;Lho.. biarkan saja dia meninggal, apa urusannya sama saya?&#8221; kata sang dosen</p>
<p>&#8220;Maksudnya dia mau minta izin, Pak&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, gak bisa&#8230; tidak ada ujian susulan kecuali ujian semester.</p>
<p>Sang mahasiswa kembali ke tempat duduknya, dan ujian dimulai.</p>
<p>&#8220;Saya mau Anda menjawab setiap pertanyaan saya dalam waktu 2 menit&#8221;. Lantang suara sang dosen di depan kelas.</p>
<p>&#8220;Pertanyaan pertama, Apa yang membuat negeri ini jadi semakin bobrok?&#8221;</p>
<p>Sebagian mahasiswa sibuk menuliskan jawabannya, sebagian masih bingung mendengar soal ujian Administrasi Perkantoran. Demikian berlangsung sampai ujian selesai.</p>
<p>Di lain kesempatan sang dosen juga pernah mengatakan seperti ini di depan kelas.</p>
<p>&#8220;Kalian tahu&#8230; Universitas yang ada di Indonesia ini tidak ada yang benar! Tidak ada yang bagus!&#8221;</p>
<p>Mahasiswanya saling pandang.. penasaran pak dosennya tamat dari universitas mana. Tapi tidak ada jawaban. Dengar-dengar gosip dari infotainment, pak dosen itu tamatan sebuah universitas swasta di Riau.</p>
<p>Dan demikianlah kisah singkat tentang seorang dosen yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsanya. Sampai-sampai lupa kalau dia digaji untuk mengajarkan Administrasi Perkantoran, bukan PPKN.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Dosen+Salah+Mata+Kuliah+http://bangfiko.web.id/?p=102" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/dosen-salah-mata-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
