Posts Tagged ‘islam’

Kekuatan Shadaqah: Tinjauan Iklan Ramadhan dan Idul Fitri “Mie Sedap”

Udah pada liat iklan Ramadhan dan Idul Fitri Mie Sedap? Kalo udah, mungkin lebih gampang memahami postingan ini. Kalau belum, bisa mencerna juga kok. :)

Aku melihat ada sesuatu yang beda yang disampaikan dalam iklan ini, yang beda dari iklan lainnya. Seperti biasa, kebanyakan iklan-iklan tersebut mengusung pesan tentang iklas, silaturahmi, sabar, kembali ke jalan yang lurus, dan sebagainya yang berkaitan dengan hal tersebut. Tapi, berbeda dengan yang lainnya, iklan yang diusung oleh Mie Sedap -yang dibuat jadi 2 episode tersebut- adalah kekuatan dari sedekah.

Sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah, bahwa siapa yang rajin bersedekah dengan iklas, maka Allah akan tambah rejekinya berlipat ganda.

Nah, kalau kita lihat iklan tersebut, pada versi Ramadhannya, kita melihat seorang pemuda yang ingin berbuka puasa, tapi ternyata tidak punya uang. Lantas seorang bapak menawarkan semangkok mie sedap untuk berbuka sang pemuda.

Dan kisah berlanjut di versi Idul Fitri, dimana ternyata sang pemuda sibuk mencari sang bapak yang ternyata warungnya telah didusur. Dengan bertanya-tanya, akhirnya sang pemuda sampai juga ke rumah si bapak yang pernah memberinya semangkok mie sedap tersebut. Dan setelah bertemu dengan si bapak, pemuda itu ternyata juga membawa sekardus mie sedap.

Hehe… kisah yang sederhana, tapi memang penuh makna. Dan memang seperti itulah sedekah. Insya Allah, jika kita iklas memberi, maka kita akan mendapatkan imbalan yang berlipat ganda.

note: Postingan ini bukan iklan Mie Sedap ;)

Post to Twitter

Tags: , , ,

Buang Saja Buat Mereka…

Suatu hari, Fatimah binti Rasulullah Saw. memohon kepada suaminya Ali bin Abi Thalib, untuk membelikannya sebuah apel. Karena tak punya uang, Ali pun bekerja lebih dahulu. Uang dari gajinya belerja seharian dibelikan sebuah apel. Dalam perjalanan pulang, ada seorang peminta-minta yang memohon kepada Ali agar apel itu diberikan kepadanya, karena sudah berhari-hari ia tak makan sama sekali. Tanpa pikir panjang, Ali memberikan apel itu.
Sesampai di rumah, Fatimah menyambut Ali dengan ucapan, “Manis sekali apelnya, ini ada tujuh buah apel dikirim oleh Salman al-Faritsi.” Ali berkata, “Harusnya itu ada sepuluh apel, mana lagi yang tiga buahnya?” Dari balik pintu, Salman al-Faritsi menyabut, “Ya, Ali, ini yang tiga buah apel lagi ada di saya…”

Read the rest of this entry »

Post to Twitter

Tags: , , ,