“Pekanbaru”, Bukan “Pekan Baru”

Tersentil untuk menulis ini karena melihat adanya tulisan “Pekan Baru” di sebuah papan penunjuk arah di bandara Soekarno-Hatta jakarta, saat menunggu pesawat yang akan membawa aku dan temanku kembali ke Pekanbaru.

Penulisan nama Pekanbaru yang sebenarnya adalah disambung, bukan merupakan 2 kata yang terpisah. Memang pada awalnya berdiri, kata pekanbaru itu berasal dari istilah Pekan Baharu atau Pekan Baru. Yang dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai sebuah pasar atau pusat keramaian. Pekan Baharu ini dulu didirikan oleh Raja Muda Muhammad Ali, putra dari Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah, Sultan dari Siak Sri Indrapura. Pekan Baharu didirikan karena pertimbangan Pekan lama yang didirikan oleh Sultan Abdul Jalil tidak ramai dikunjungi. Karena itulah Raja Muda Muhammad Ali kemudian memindahkannya ke pinggiran sungai Siak, atau di daerah pelabuhan Pekanbaru sekarang.

Selanjutnya pada tanggal 23 Juni 1784 berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar) nama senapelan diganti menjadi Pekan Baharu. Dan pada saat ini tanggal 23 Juni diperingati sebagai hari kelahiran kota Pekanbaru. Setelah terjadi pergantian nama terhadap kota ini nama senapelan mulai ditinggalkan dan mulai diganti dengan nama Pekan Baharu atau Pekanbaru dalam penyebutan sehari-hari.

Nah, jadi untuk teman-teman yang membaca postingan ini, ingat kembali penulisan pekanbaru itu adalah “Pekanbaru” dan bukan “Pekan Baru” seperti nama diva indonesia “Krisdayanti, bukan “Krisda Yanti”. hehe..

disadur dari wikipedia Indonesia.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: ,

11 Comments

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled