Memasarkan Pemerintah
Membaca judul postingan diatas, mungkin sebagian akan menganggap bahwa isi postingan ini adalah bagaimana cara mengkomersilkan pemerintah. Atau mendapat keuntungan komersial pribadi dari pemerintah. Tidak. Saya tidak akan menyinggung soal komersialisasi pemerintah seperti yang pernah diposting oleh teman saya Attayaya dan Emo ketika mempertanyakan keberadaan website humasriau dot com yang diasumsikan sebagai komersialisasi pemerintahan.
Postingan ini mencoba menyampaikan suatu wacana tentang bagaimana pentingnya peran publikasi dan sosialisasi oleh pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan, program-program, maupun keberhasilan yang telah atau akan dilaksanakan oleh pemerintah.
Kenapa publikasi dan sosialisasi itu sangat penting? Karena ternyata banyak sekali masyarakat kita yang tidak mengetahui dan memahami apa-apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintahnya, atau kebijakan-kebijakan apa saja yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah. Termasuk juga berbagai undang-undang atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah juga sangat sedikit yang diketahui oleh masyarakat.
Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan suatu kondisi dimana masyarakat bertanya-tanya apa saja yang sudah diperbuat oleh pemerintah? Atau akan muncul opini dalam masyarakat bahwa pemerintah tidak mengerjakan apapun untuk masyarakatnya.
Karena itulah, sosialisasi dan publikasi sangat diperlukan oleh pemerintah. Caranya? Berbagai wadah dapat dipergunakan untuk memasarkan pemerintah. Seperti media massa (cetak dan elektronik), tenaga-tenaga penyuluh yang langsun turun ke pelosok-pelosok daerah, dan berbagai sarana lainnya.
Saya teringat dulu waktu jamannya Departemen Penerangan masih ada dibawah kepemimpinan Harmoko, sering sekali dilaksanakan pemutaran film Layar Tancap. Disadari atau tidak, media ini sangat efektif untuk memasarkan pemerintah. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat menyisipkan Iklan Layanan Masyarakat tentang berbagai program dan kebijakan pemerintah yang penting diketahui oleh masyarakat, di sela-sela pemutaran film-film populer (untuk menarik minat masyarakat datang ke acara layar tancap tersebut).
Selayaknya di perusahaan-perusahaan besar, Stretegi pemasaran seperti Publikasi dan Sosialisasi memang seringnya menyedot dana yang sangat besar. Namun hal itu tentunya sebanding dengan hasil penjualan produk mereka. Demikian juga tentunya di pemerintahan, anggaran besar yang dikeluarkan untuk program publikasi dan sosialisasi ini tentunya tidak akan sia-sia, jika dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Sehingga tujuan akhirnya, bahwa masyarakat memiliki pemahaman terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah, dapat terwujud, dan akan memberikan umpan balik untuk pemerintah dalam menentukan arah dan kebijakan kedepannya.
note: berdasarkan obrolan dengan Atoex
Tags: pemerintah, publikasi, sosialisasi






Emang bener bang…,PEmerintah perlu sosialisasi diri, biar lebih bisa merasuk dalam hati masyarakat di negeri ini…
makasih bang fiko sudah berkunjung ke blog saya. tapi saya langsung malu waktu berkunjung ke blog ini, ternyata isi dan struktur blognya rancak nian.
artikel yang pendek berisi kayak gini sudah lama saya impikan, tapi sampai sekarang kok belum bisa juga ya menceritakan ide dengan singkat dan padat?
pemerintah melakukan komersialisasi saya rasa wajib ya untuk saat ini. sebagaimana tim sepakbola lokal kita yang menyedot APBD untuk menggaji pemain asing, sudah waktunya pemerintah juga lebih kreatif dalam mencari dana untuk pembangunan. lewat blog misalnya, seandainya pemerintah menulis informasi-informasi mereka dalam bahasa inggris, trus dipasangi adsense, dapat manfaat ganda. 1. informasi tentang daerah, khususnya, dan Indonesia, umumnya, akan diketahui oleh orang luar, dengan demikian mungkin bisa menarik investasi. 2. karena berbahasa inggris, siapa tahu ada yang ngeklik adsensenya trus dapet dolar juga kan, lumayanlah untuk mengganti biaya pengurus blog tersebut.
Maju Indonesia!
Wahahahaha… Pemain Adsense nih… Mending disuruh main review aja Bro… Lebih menjanjikan.
BTW thx untuk commentnya. Blog ini masih dalam pengembangan koq… Tapi bukannya postingan yang pendek-pendek yang dicari orang di blog?
Salam kenal ya…
oke lah mudah2an pemerintah makin jaya…. merdeka…
Terimakasih untuk pencerahannya, Toeq
Yah itulah fungsi pemasaran atau lebih tepatnya iklan (kalau gak salah iklan tuh dari bahasa arab artinya pemberitahuan sama dengan maklumat -mohon koreksi jika salah), agar orang TAHU produk pemerintah, kemudian MENGERTI apa keunggulannya sehingga orang berMINAT dan kalau ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi tentu akan ada KOMPLAIN dan ini bagus ya untuk perbaikan.
hai bang fiko
thanks sudah unduh e-book ku.
Saya melihat web Anda, bagus
tetap cinta Indonesia ya
Merah darahku… Putih tulangku.. Pokoknya Indonesia deh.. Hehe
etha berkunjung nii
jamannya harmoko, saiia masih kecil gtu… tiap sehabis dunia dlm berita, eee ada laporan khusus dehh… hihiihiih… trus nonton appresiasi pelem indonesia… hmm…
salam kenal
tukeran link ya
linknya udah kupasang
Udah di-link kembali.. Makasih ya, yong..
bener tuh bang fiko
aku sendiri gak tau undang-undang baru yang dibuat selama era reformasi ini
terlalu banyak
bahkan ada yang terkesan karena kepentingan sebelah pihak
ini menurutku lho
thanks ya ucapannya di rumah jerukku hehehhe
pasti udah tau kan kalo itu hadiah pembrian bang ais buat aku. bang ais emang baiiiikkkkk banget
hm…. humasriau.com kereeen… hehehe…
yang harus mumpuni tu SDM nya bg…..
tul ga???
da baca postingan Kuansing Menuju e-Gov kan… hehehe…..
wahhh.. ko’ ga nyambung comment ku???
sebenarnya masa lalu adalah masa depan..
hm.. ada yg bisa maknai ini??
saya berharap kedepan lebih baik lagi…
aminn…
NB: aku lagi di Teluk Kuantan ni bg….
setuju bang….
intinya biar rakyat ga salah menilai pemerintah
wah,ternyata bangfiko yang ini to………
setuju, sosialisasi mengenai program2 pemerintah, biar semua warga juga mengetahui arah kemana negara ini akan melangkah, dengan tujuan yang sama mudah2an tujuan itu lebih cepat dicapai, dan indonesia makin maju………
posting yang keren…
Kita liat aja bang..
Apa yang diliat, Hen?
Sebenarnya maksud postingan diatas tidak ada menyinggung tentang jual beli dalam pemerintahan. Tapi lebih ke bagaimana pemerintah itu mempublikasikan dirinya sendiri kepada masyarakat. Saya yakin masyarakat di pelosok desa pasti banyak yang tidak mengetahui program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah. Disinilah pentingnya publikasi dalam mensosialisasikan pemerintah itu.
Sekali lagi, tidak ada unsur jual beli selain biaya publikasi yang kadang kala memang menyedot anggaran besar.
Wah postingan keren nih.. asal selama hasil dari ‘pemasaran’ itu akhirnya kembali pada masyarakat nggak masalah kok..
keren jg ya humas riau pake dot com, hehehe…