Maria Ozawa Miyabi di Film Indonesia?

Ntah apa yang ada dalam fikiran seorang sutradara Indonesia ini.. Sebanyak ini wanita-wanita Indonesia yang cantik dan lebih menarik ketimbang bintang porno Jepang Maria Ozawa Miyabi, dia malah memilih untuk mengajak sang artis untuk bermain film di Indonesia. Film yang katanya berjudul “Menculik Miyabi” itu memang menempatkan sang artis sebagai pemeran utamanya.

Tentu saja keinginan tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak di Indonesia. Dan yang paling keras menentang adalah MUI. Hehehe… Saya juga berdiri sejajar dengan MUI untuk menentang berperannya Miyabi di Film Indonesia.

Di saat insan perfilman tanah air sedang berduka dengan keluarnya UU Perfilman yang baru disahkan DPR beberapa waktu lalu, sang sutradara justru sudah terang-terangan menentang UU tersebut, dengan melibatkan orang asing dalam filmnya. Dan semakin parah dengan orang asing yang diajaknya tersebut ternyata adalah bintang film porno.

Bagi saya, sepertinya sulit untuk memahami pemikiran para insan perfilman tanah air. Kebangkitan Film Tanah Air sepertinya tidak mampu untuk membangkitkan kreatifitas mereka untuk memproduksi film-film yang mengusung tema bervariasi dan sarat akan pesan moral.

Bangsa ini sedang butuh suntikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, keluar dari krisis moral yang melanda masyarakatnya. Dan semestinya, film sebagai sebuah media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok negeri, justru masih jauh dari yang diharapkan.

Dalam sebuah obrolan di Facebook, seorang teman saya menuliskan statusnya tentang krisis yang terjadi di masyarakat, terutama anak-anak muda di pelosok desa, yang menganggap bahwa ‘pekerjaan’ itu adalah di perkotaan atau kerja kantoran. Hal ini mengakibatkan para pemuda yang seharusnya menjadi petani-petani handal di masa mendatang, mulai meninggalkan sawahnya dan berbondong-bondong ke kota untuk meraih mimpinya bekerja di kantor. Apa yang menyebabkan ini terjadi? Salah satu faktor penyebabnya adalah tayangan sinetron yang selalu menampilkan para eksekutif muda perkotaan dengan gaya hidup mereka yang glamour.

Uraian diatas mungkin hanya sebuah hipotesa yang belum terbukti keabsahannya. Namun secara logika, kesimpula itu saya rasa berkemungkinan besar BENAR. Televisi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan sebuah kebudayaan. Jadi, apabila tv menampilkan berbagai bentuk kekerasan, maka masyarakat akan cendrung berperilaku kasar pula. Demikian juga bila yang ditampilkan adalah kebidupan glamour, maka masyarakat juga akan cendrung untuk tampil glamour. Inilah yang pada akhirnya merubah gaya hidup bangsa Indonesia menjadi ikut-ikutan glamour.

Butuh kedewasaan dan kecerdasan dari kita semua untuk pandai-pandai menciptakan atau menonton tayangan-tayangan yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat.

Postingan ini juga diikutkan dalam kontes SEO “Mengembalikan Jati Diri Bangsa“.. Mohon dukungannya untuk blog ini. Bagi yang ingin ikutan, kunjungi beritajitu.com

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: , , , ,

8 Comments

  • rco says:

    kalau yang saya dengar sih MIYABI hanya bermain beberapa scen saja itupun sudah harus bayar mahal, tapi ditunggu saja hasilnya ya?
    rco´s last blog ..CAMBUK My ComLuv Profile

  • Wisata Riau says:

    tarik mang……. ntar aku juga bukin filmnya bg..
    “Miyabi di Sarang Penyamun” wakakakaka…..
    maksudnya kita culik ke Kota Bertuah….
    hmm… gmn cerita selanjutnya…. nah tungguin aka filmmnya.. di bioskop2 terdekat,,,,, hehehe
    Wisata Riau´s last blog ..Kabar Kunjungan The Travel Tart ke Pekanbaru My ComLuv Profile

  • cerita cinta says:

    waaaah, makin terkenal aja itu si Maria Onani, eh Ozawa. semua orang bahas si ozawa itu sih…!!!!

    btw tetep dukung, cara dukungnya gimana nih..?
    dukung doa aja yah..?
    lebih maknyussssss..!!!!!

    salam hangat selalu

    gen
    cerita cinta´s last blog ..10 Tips Aman Naik Taksi My ComLuv Profile

  • a-chen says:

    waduh, kalo film ini terbit semakin melambungkan nama miyabi di indonesia neh, semoga sang dalang mampu menanggung jawab semuanya secara kontan….*LHO*….:-)
    Oiya Bang, met lebaran ya, maafin salah2 kata2 saya, lahir dan batin
    a-chen´s last blog ..Hanya PR dan award My ComLuv Profile

  • buwel says:

    sebelumnya ngucap minal aidin wal faidzin dulu ya bang, maafin salah2 saya,
    Hmmmm tentang perfilman indonesia emang jarang yang memuat pesan2 moral ya, kebanyakan mistis dan drama percintaannya.
    trus setuju juga bang tentang tayangan2 sinetron yang bikin pandangan masyarakat berubah drastis tuk meniru mereka. bagaimanapun juga hidup ya butuh keseimbangan ya ada petaninya, tukang becaknya, pengamennya, ada juga yang harus kudu dikantoran.
    lha trus program penggalakan sarjana yang mungkin jadi wacana juga bisa memperparah ketimpangan, lha kalo semuanya sarjana, apa mereka mau macul sawah, atau mengayuh becak kalo toh kalah dalam persaingan…
    Yaaah moga cerahlah masa depan, dimulai dari keluarga2 kita tuk bisa memaknai kehidupan….hihihiihhi.lagi nglambyar neh bang…maaab…
    buwel´s last blog ..Belum Ada Judul My ComLuv Profile

  • fanny says:

    miyabi itu sodaranya miyako ya? kabuuurr….

  • memang sulit memahami pemikiran para insan film Indonesia, disaat dunia film rindu akan film bermutu yang sarat akan pesan moral,…. justru kesempatan ini digunakan untuk melibatkan orang luar yang tenar dalam film yang bertema seks.

    Kalau Sang Produser mendatangkan Miyabi dengan tujuan agar filmnya nanti laku dipasaran, tentulah tindakan itu tidak terpuji. Karena hanya akan mengakibatkan keterpurukan moral dikalangan para generasi penerus bangsa ini.

    Kecuali kalau nantinya Miyabi diajak main film yang bertema mirip dengan KCB atau film yang bernuansa Arab lainnya….. Khan sensasi Bang yah?
    Seti@wan Dirgant@Ra´s last blog ..e-cigarettes USB Version My ComLuv Profile

  • polar says:

    kalo aku sih setuju2 ajah, yg jlas tu film bermutu, mempunyai psan moral (bukan merusak moral)
    polar´s last blog ..September Ceria My ComLuv Profile

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled