tips, inspirasi, motivasi, pekanbaru, riau, indonesia

Manohara, Sebuah Cerita

Pada era tahun 1830-an di Amerika Serikat muncullah istilah Press Agents/Press Agentry. Profesi ini muncul seiring dengan semakin populersurat kabar sebagai media penyampai informasi. Pada masa itu, masyarakat Amerika bahkan sangat menggemari surat kabar Penny Press (istilah lain dari Koran Kuning) yang banyak memuat berita-berita yang sensasional.
Kepopuleran jenis Koran Kuning ini ditengah-tengah masyarakat telah menyadarkan orang-orang yang berkecimpung di dunia hiburan (Entertainment Industry) untuk memanfaatkan situasi ini dengan sebaik-baiknya. Mereka melihat fenomena surat kabar ini sebagai sebuah kesempatan emas untuk menjadi terkenal. Kepopuleran akan ada dalam genggaman jika nama serta berita mengenai mereka muncul di surat kabar. Pada perkembangannya, para seniman/artis, dengan dibantu press agents, berusaha membuat berita-berita sensasional, bahkan banyak yang direkayasa atau berita bohong. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana mereka bisa muncul di koran dan terkenal.

Hampir dua abad berlalu. Di dunia, khususnya Indonesia muncul pula era infotainment, sebuah pemberitaan yang mengkhususkan pada dunia hiburan dan selebriti. Hampir sama dengan era press agent, para artis dan selebriti seolah-olah juga memahami bahwa untuk terkenal, mereka harus bisa diekspose oleh infotainment. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, apabila ingin laris dipakai oleh para produser sinetron, atau ingin mempopulerkan sebuah band, lagu, atau film, dibuatlah berita sensasional yang akan memancing infotainment mengekspose mereka. Lantas, diharapkan dengan munculnya berita sensasional tersebut, dapat mendongkrak band, lagu, film, atau hal-hal yang berhubungan dengan komersialitas si artis.

Manohara Odelia Pinot, mendadak menjadi pusat pemberitaan ketika sang Ibu membeberkan kepada pers tentang kasus penculikan dan penyanderaan sang anak oleh suaminya sendiri, putra mahkota kerajaan Kelantan, Malaysia. Begitu besarnya potensi berita tersebut, sehingga setiap hari kita selalu disuguhkan berita tersebut.

Berita terbaru seputar Manohara adalah keberhasilannya melarikan diri di Singapura, hingga berhasil kembali ke Jakarta. Berita yang satu ini dinilai memiliki nilai yang sangat tinggi, sehingga salah satu stasiun TV swasta nasional yang mendapatkan liputan eksklusif lengkap dengan videonya, menayangkan secara eksklusif pula selama 30 menit tentang drama pembebasan Manohara, dalam program beritanya. Berita ini sepertinya mengalahkan berita tentang tiga pasang capres-cawapres kita yang akan bertarung pada pilpres mendatang.

Sekali lagi, disadari atau tidak, ekspose media telah mendongkrak pamor seseorang. Manohara pasti akan sangat berbahagia, karena selain kebebasannya dari belengu dinding istana Kelantan, di luar sana, para produser film dan sinetron telah antri untuk mengajaknya ikut dalam produksi sinetron atau film mereka, atau mungkin mereka telah menyiapkan cerita khusus berkaitan dengan kasus yang dialaminya.

Namun, dia juga pasti masih bersedih, karena di negeri itu, ratusan atau mungkin ribuan TKI dan TKW Indonesia mengalami nasib yang sama atau mungkin lebih buruk darinya, sementara keluarga di tanah air hanya bisa menunggu, berharap dan berdoa, semoga Tuhan memberi kesempatan mereka untuk kembali berkumpul bersama keluarganya di tanah air.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: , , , , , , , ,

23 Comments

  • ana says:

    saya link Bang Fiko tapi, ko tulisan baru gak muncul yah…??? itu maksudnya “ana link bang” maaf, terjadi keslahan bahasa. Saya sering menggunakan nama untuk pengakuan :)

    Anyway, saya bosen baca berita manohara, muak pun ada (astagfirullah…) Kenapa begitu di ekspos? padahal, beberapa hari sebelumnya ada korban yang tertimpa bangunan dan beberapa hari sebelumnya, ada pembatu yang meninggal di Malaysia. Tapi, beritanya hanya sepintas lalu saja.

    Sedang Mano, di liput dan di jemput bak pahlawan. Korban runtuhan bangunan, seharusnya lebih di ekspos, karena meninggalkan anak yatim dan isteri. Juga, kematian prt layak di usut. Ko jadi panjang lebar yah? mohon maaf…

    ana´s last blog post..Up-Date Klub Buku Online

    • Bang Fiko says:

      Gpp Ana.. Aku juga udah muak dengan berbagai berita sensasi yang tak jelas ini. Berita Ambalat bahkan lebih penting daripada seorang Manohara

  • Neng Aia says:

    haduh.. capek juga yg begini² saja..

    simpati sih simpati.. tapi kalau itu² saja, eneg juga rasanya.

    Neng Aia´s last blog post..whale ohh.. whale

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word