Kota Hijau

Suatu hari Aku berhayal tentang sebuah kota yang sejuk, dimana di berbagai pojok kota terdapat-taman-taman yang indah dan hijau, penuh dengan pepohonan yang rindang. Mungkinkah itu dapat terwujud di kota Pekanbaru tercintaku ini? Aku yakin bisa.

Sebenarnya di Pekanbaru sendiri banyak lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi paru-paru kota. Selain 2 taman kota yang ada saat ini, yaitu di belakang Gedung Olah Raga Tri Buana, Jl. Thamrin, dan disamping hotel Aryaduta, Pekanbaru Jl Diponegoro. Kedua taman kota ini letaknya sangat berdekatan.

Tiba-tiba aku punya ide gila untuk mewujudkan kota Pekanbaru dengan banyak titik-titik taman kotanya. Ide ini adalah bagaimana membuat sebuah gedung perkantoran yang besar di pinggiran kota. Kira-kira seperti gedung sembilan lantai milik Pemprov Riau.

Gedung Sembilan Lantai Provinsi Riau

Gedung Sembilan Lantai Provinsi Riau

Lantas apa hubungannya dengan membuat taman kota?

Pembangunan gedung pemerintah satu atap ini akan menghemat lahan kota. Semua Dinas dan Badan berkantor disini, termasuk Walikotanya. Nah, setelah semua kantor di lingkungan kota Pekanbaru berpusat disini, maka akan banyak tersedia lahan-lahan kosong bekas kantor sebelumnya. Bekas kantor inilah yang dijadikan taman-taman kota. Tidak perlu besar kan? Dengan posisinya yang tersebar, fungsi taman sebagai paru-paru kota ini akan lebih efektif. Pada akhirnya nanti keberadaan taman kota ini akan mampu mempercepat penyerapan air saat hujan, yang berarti mengurangi resiko banjir.

Taman Kota

Taman Kota

Selain dengan sistem tersebut, dapat juga dengan membuat Perda yang mewajibkan setiap bangunan seperti ruko untuk menanan tanaman hias di atas gedung atau bangunannya. Dengan demikian, akan membuat semakin segar udara kota Pekanbaru, dan mengurangi polusi kendaraan bermotor.

Salah satu cara untuk mengurangi polusi juga dengan menggalakkan Bike to Work, Bike to Campus, dan Bike to School. Yang penting untuk program ini tentunya adalah disediakannya jalur khusus untuk pengendara sepeda. Karena ditengah kondisi kota yang pengap, pastilah orang malas untuk bersepeda.

Jalur Pengendara Sepeda

Jalur Pengendara Sepeda

Wah, ada yang protes, biaya yang dikeluarkan pasti sangat besar. Yup… Memang besar. Tapi kalau dana yang besar itu memang dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, kenapa tidak?

Masih ada yang protes, katanya mending dana tersebut dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Itu memang benar. Setiap pemerintah pastilah memikirkan hal tersebut, walaupun porsinya berbeda-beda. Tapi permasalahan kota kan bukan cuma itu. Masalah polusi, banjir, udara yang sangat panas, juga masalah yang harus difikirkan. Jadi selama anggaran dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, tidak ada istilah mubazir atau buang-buang duit.

Besok Insya Allah kita akan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Karena itu, marilah kita sama-sama memikirkan bagaimana agar lingkungan hidup kita semakin baik dari hari-kehari.

Tulisan ini sudah dimuat di Harian Tribun Pekanbaru, Selasa 2 Juni 2009, di kolom Citizen Jurnalism (Thx to Sesri).

gambar koleksi pribadi, dan diambil dari sini dan sini

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: , , , , , , , , , , , ,

14 Comments

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled