Kenapa Ekonomi Kerakyatan?

Senjata apa yang paling ampuh bagi capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 8 Juli nanti? Sepertinya isu membangkitkan “Ekonomi Kerakyatan” itu adalah jurus yang paling ampuh. Kalaulah memang jurus itu yang dikoar-koarkan oleh para capres-cawapres atau tim suksesnya, sungguh kasihan nasib rakyat Indonesia selama ini. Secara tidak langsung mereka menganggap bahwa selama ini pemerintahan di negeri ini tidak berpihak kepada rakyat. Benar atau tidaknya aku juga gak tau, karena aku bukan pakar dibidang itu. Hanya saja aku ingin menyampaikan pandanganku kenapa isu itu seperti menjadi magnet yang ampuh untuk menarik simpati masyarakat pemilih jelang pilpres nanti?

Yang pertama, karena isu Neolib yang mencuat seiring penunjukan Boediono sebagai Cawapres oleh SBY. Mungkin banyak masyarakat Indonesia yang baru mendengar istilah itu setelah penunjukan Boediono oleh SBY. Sebelumnya, istilah yang katanya menggambarkan sistem ekonomi yang pro kepada pengusaha-pengusaha besar atau asing ketimbang rakyat kecil ini, tidak pernah terdengar dikumandangkan oleh media. Namun begitu boediono ditunjuk sebagai cawapres, istilah itu langsung booming di media (bahkan sempat menjadi keyword favorit di dunia maya). Karena itu, lawan politik SBY langsung pasang jurus Ekonomi Kerakyatan untuk menarik simpati masyarakat.

Yang kedua, seperti biasa, dalam setiap pemilu, hal-hal yang berbau pro rakyat, peduli rakyat, berpihak kepada rakyat, menjadi hal yang yang paling sering dikumandangkan. Walaupun hasilnya tidak terlihat setelah mereka terpilih, namun entah kenapa senjata itu tetap selalu dikumandangkan oleh orang-orang yang bertarung. Dan kali ini ekonomi kerakyatan menjadi senjata yang dianggap paling ampuh.

Yang ketiga, ya seperti yang disebutkan diawal, bahwa mungkin memang pemerintah kita yang kemarin-kemarin ini tidak mengoptimalkan ekonomi kerakyatan, sehingga hal ini “layak” untuk dijanjikan kepada masyarakat dimasa yang mendatang.

Terlepas dari benar tidaknya pandangan saya diatas, sebagai masyarakat awam tentunya aku dan kawan-kawan semua hanya bisa berharap bahwa ekonomi kerakyatan itu benar-benar harus diterapkan oleh siapapun presiden dan wakil presiden kita nanti. Semoga..

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: , ,

10 Comments

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled