Kampung Melayu Modern di Pekanbaru
Pemerintah kota Pekanbaru berencana akan membangun Kampung Melayu Modern di Pekanbaru. Lokasinya adalah di bekas areal lokalisasi Teleju, Pekanbaru. Sebagaimana yang diberitakan, lokalisasi terbesar di Pekanbaru ini, terbakar pada tanggal 25 Mei 2009 lalu.
Pemko Pekanbaru telah menyiapkan anggaran sebesar 7,5 milyar rupiah untuk mengganti rugi lahan seluas 10,8 hektar yang sebagian besar dijadikan lokalisasi itu. Sekitar 8,8 hektar areal selama ini dijadikan areal lokalisasi, sementara sisanya adalah daerah di sekitar lokasi tersebut, di sepanjang aliran Sungai Siak.

Suasana anak-anak di lokalisasi teleju Pekanbaru
Menurut rencana, Kampung Melayu Modern tersebut akan diisi dengan berbagai objek kunjungan wisata, seperti pasar tradisional bernuansa Melayu, pusat pendidikan, objek wisata pancing, miniatur Pekanbaru, sarana olah raga, perkebunan sayur dan buah, taman wisata hijau, dan pemakaman.
Semoga rencana ini dapat terealisasi secepatnya. Terealisasi tentunya juga dengan perencanaan yang kuat dan penataan yang benar-benar sudah diatur. Sehingga Pekanbaru akan memiliki satu objek kunjungan wisata yang potensial di masa mendatang. Semoga kota Pekanbaru akan semakin bertuah, paling tidak semakin baik, tidak melegalkan prostitusi seperti penyediaan lahan lokalisasi seperti sekarang ini.
Disadur dari : Riauterkini.com
gambar dari : Riaunews.com
Update 27 Mei 2009 From Ucu Atan:
Nama Kampung Melayu hari ini dibatalkan oleh Walikota Pekanbaru, karena untuk tidak menyinggung rasa orang Melayu. Nama baru belom diberikan.
Tags: anggaran, dapat, juga, kampung melayu, kota pekanbaru, kuat, lahan, lokalisasi, masa, miniatur, objek wisata, olah raga, pasar tradisional, pekanbaru, pemko, perencanaan, perkebunan, rencana, riau, satu, sayur, teleju






pagi hari sebelum diriku melanjutkan perjalananku di dunia maya yang sempit tapi memiliki ruang yang banyak.
kusempatkan tuk singgah di rumah cakep ini setelah semalaman diriku terlelap dalam mimpi manis.
dan ketika terjaga…..???
nyari sarapan dulu ah….
dwina´s last blog post..Coretan Pagiku untukmu
Dana awalnya lumayan besar…tapi biasanya realisasinya nunggu anggaran sana sini plus bantuan yg lama juga cairnya…
Mungkin lebih baik di serahkan ke pihak swasta saja yaa..khan lebih professional pengerjaannya…
Sayang juga, kadang rancangan bagus begitu kalo di tangan pemerintah…huh…lelet dan banyak pungli sana sini…belum apa-apa, kontraktornya dah tekor!
Salam hangat dari samarinda….
Sebaiknya pengelolaannya memang diserahkan ke pihak swasta. Tapi pihak swasta luar negeri kali ya… Kalo masih dalam negeri mungkin lebih kurang aja sama pemerintah. Hehehe… Masih banyak kepentingan dan intervensi.
Mana gambarnya bang (belum puas liat koleksi yang di Riau Pos, he…3x…3x)
smoga cepat terwujud dan tidak salah sasaran
Wah.., biayanya banyak juga ya ?? Semoga mampu dipelihara dengan baik.. Soalnya biasanya sih…, Pemda mampu membangun tapi gak mampu memelihara dengan baik.
Bener sih, Ren… Semoga aja yang punya hajat (pemerintah) sudah memikirkan untuk perawatannya di anggaran-anggaran berikutnya
sedang menikmati keragaman budaya…
hmm..
slm kenal sob, saya juga blogger riau dari dumai, yg kini kuliah d pekanbaru.
mudah mudahan hal itu cepat terealisasikan, dengan begitu kebudayaan kita selalu terjaga dan semakin berkambang tentunya dikenal d luar daerah, hal positif yg perlu kita dukung ini sob, bener kan.
Yup…
Salam kenal kembali
holoh lengkap banget, maintenencenya?
Seharusnya selalu dianggarkan di APBD kan, Mas?
aneh jadinya, di wilayah melayu kok kampungnya namanya melayu, emang nggak ada ide lain… wakaka
Mas Anto, Pekanbaru memang berada di provinsi Riau yang notabene Melayu. Tapi kalau di Pekanbaru sendiri, masyarakatnya sangat heterogen, berasal dari berbagai suku dan ras. Mungkin ada kekhawatiran citra Pekanbaru sebagai kota Melayu akan pudar, sehingga Pemko berkeinginan untuk membuat sebuah kawasan khusus bernama Melayu.
weew,,,,, kampung melayu modern ko’ bekas yg begituan…. aku ga sepakat………… yg bejas beituan di kasi nama kampung melayu modern…
ancur deh marwah melayu…. Tuah nya bisa ilang tu…
hehehe…….. ganti aja namanya…
asal jgn kampung mlyu modren…
Ibarat orang bertobat, Mo… Kan ada perubahan. Atauseorang Mualaf yang begitu masuk Islam ganti nama pake Muhammad atau Ahmad. Kan tidak ada yang salah dari itu. Seharusnya kita lebih melihat ke niat baik Pemko untuk menghilangkan yang rusak dan membangun yang baik.
Hehehehe..
Semoga bisa terwujud ya.. jadi ada bangsa melayu di indonesia..ga hanya di malaysia ajah. :p
Sebenarnya di Pekanbaru sendiri sudah ada nama Kampung Melayu. Maksud walikota ini sebenarnya kalau menurut saya sih lebih ke membuat sebuah kawasan yang benar ditata seperti sebuah perkampungan dengan nuansa melayu yang dikombinasi dengan modern. Namun ternyata muncul polemik ketika kawasan yang bekas lokalisasi itu akan diberinama Kampung Melayu..
Aku dukung bang, smoga cepat terwujud, sehinga Pekabaru makin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia dengan kekayaan budaya melayunya…
semoga segera terwujud…
amiiiin..
hidup pak er te!!
Jadi pingin kesana mas.. kayaknya adem ayem
Silahkan… tapi masih dalam perencanaan tuh.. hehe
semakin menegaskan identitas Riau sebagai pusat budaya melayu…
Betul Prof..
Semoga petuah lama “Tak kan Melayu Hilang di Bumi” benar-benar bisa diwujudkan di Pekanbaru.
nama Kampung Melayu hari ini dibatalkan oleh Walikota Pekanbaru, karena untuk tidak menyinggung rasa orang Melayu. Ucu Atan juga marah neh, masa bekas “itu” dinamakan Kampung Melayu. Nama baru belom diberikan.
demikian sekilas info
haiiiyah… kek liputan enam aja
Thx infonya, Ucu… Aku naikin ke postingan ya…
Kalo menurut aku sebenarnya gak masalah sih, Cu…
Kecuali memang lokalisasi itu yang dikasih nama kampung melayu. Toh hanya bekas lokalisasi, jadi sudah gak ada prostitusi lagi di situ.
Usul nama, Kota Baru gimana, Cu?
moga perencanaannya cepat terealisasi menuju kota pekanbaru yang semakin maju.
amin.
bang repiu nya dari hasil pengamatan wina pribadi hehehhe
Makasih ya, Win
di jakarta juga ada kampung melayu, hha
terminal ya, kalo gak salah? Banyak orang melayunya gak disitu?
Semoga terwujud bang…agar kota pekanbaru jadi indah…
Amin..
Iye bang, semoga terwujud. bukan hanya nuansa yg melayu tapi juga nilai-nilai islam diterapkan betol tak bang?
Betol, Pak… Jangan hanya nama