<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; Wacana</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/category/wacana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pendidikan Murah atau Pendidikan Berkualitas?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/pendidikan-murah-atau-pendidikan-berkualitas/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/pendidikan-murah-atau-pendidikan-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 02:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amprokan Blogger 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi bersih partisipasi blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan yang murah dan berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi favorit indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi idaman]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[president university]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pendidikan yang baik di indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Mulai dari tingkat Playgroup atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkatan S 4 (Kalau ada), setiap individu di Indonesia dihadapkan pada dua pertanyaan seperti judul di atas. Mau yang murah? atau Mau yang berkualitas? Ya, sampai saat ini sepertinya setiap kita harus memilih diantara dua pilihan tersebut, mendapatkan pendidikan murah tapi kualitas tidak dijamin, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai dari tingkat Playgroup atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkatan S 4 (Kalau ada), setiap individu di Indonesia dihadapkan pada dua pertanyaan seperti judul di atas. Mau yang murah? atau Mau yang berkualitas? Ya, sampai saat ini sepertinya setiap kita harus memilih diantara dua pilihan tersebut, mendapatkan pendidikan murah tapi kualitas tidak dijamin, atau mendapatkan pendidikan berkualitas tapi siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.</p>
<p>Melalui postingan ini saya ingin sedikit sharing pengalaman saya ketika mengikuti <a href="http://amprokanblogger.com/" target="_blank">Amprokan Blogger Bekasi</a>, awal maret lalu. Ketika itu, dalam kegiatan <a href="http://temublogger.com/" target="_blank">anjangsana keliling kota Bekasi</a>, kita diajak untuk mengunjungi sebuah perguruan tinggi swasta yang bernama President University (PU). Membaca namanya, beberpa peserta, termasuk saya waktu itu berujar bahwa ini adalah kampus tempat kuliahnya calon presiden. Barangkali SBY kemarin juga kuliah disini <img src='http://bangfiko.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Namun ternyata itu hanya namanya saja. Perguruan tinggi ini justru tidak menyediakan jurusanIlmu Politik atau Ilmu Pemerintahan.<span id="more-557"></span></p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANY0350.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-558" title="President University" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANY0350-150x150.jpg" alt="President University, Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Kota Jababeka" width="150" height="150" /></a>Apa yang spesial dari PU ini? Kalau melihat kampusnya, saya rasa banyak kampus di negeri ini yang memiliki lokasi serta sarana dan prasarana yang menarik seperti yang dimiliki PU. Suasana kampus yang nyaman, Laboratorium yang canggih dan perpustakaan yang lengkap bisa ditemui di PU dan juga kampus-kampus lainnya. Namun, saya melihat sebuah konsep yang menarik yang barangkali bisa dijadikan sebuah contoh bagi perguruan tinggi lainnya. Dari presentasi yang disampaikan oleh pihak PU, ada dua hal paling menarik menurut saya yang apabila bisa diterapkan dan dikembangkan dalam sistem pendidikan -terutama pendidikan tinggi- di Indonesia, akan mampu menciptakan generasi yang siap pakai dan tidak menjadi beban  negara setelah menyelesaikan pendidikannya.</p>
<p><strong>Masa Kuliah yang Singkat dan Padat </strong></p>
<p>Pendidikan di PU hanya membutuhkan waktu 3 tahun 4 bulan hingga wisuda. Ya, mereka menerapkan sistem kuliah 3 semester dalam 1 tahun. Bisa dibilang seperti Catur Wulan. Jeda antar masing-masing semester hanya satu minggu. Jadi tidak ada waktu libur yang panjang yang bisa dinikmati oleh mahasiswanya selain libur pada saat hari raya keagamaan. Apa yang mendasari penerapan jadwal belajar yang bisa dibilang sangat padat ini? Menurut PU, libur yang panjang akan membuat otak para mahasiswa membutuhkan waktu yang lama untuk kembali fit ketika memasuki semester yang baru. Jadi, dengan waktu libur yang hanya seminggu, diharapkan kemampuan otak mereka tetap terjaga.</p>
<p>Dua tahun empat bulan kuliah, para mahasiswa telah menyelesaikan semua teorinya. Lantas, mereka disebar ke perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan PU untuk magang. Para mahasiswa ini akan mengikuti proses magang selama satu tahun. Dan setelah menyelesaikan magangnya, mereka akan diwisuda dengan pengalaman kerja satu tahun.</p>
<p><strong>Jumlah Mahasiswa Sesuai Dengan Kebutuhan Lapangan Kerja</strong></p>
<p>President University yang terletak dalam kawasan Kota Jababeka ini tidak sembarangan dalam menentukan berapa jumlah mahasiswa yang akan mereka terima setiap tahunnya. Sebagai sebuah pusat industri di tanah air, di Kota Jababeka terdapat banyak sekali perusahaan multinasional yang tentunya juga akan membutuhkan banyak tenaga kerja.</p>
<p>Sebelum menerima mahasiswa, PU selalu berkoordinasi dengan seluruh perusahaan tersebut untuk mendata berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap perusahaan. Dari data yang didapat, maka sebanyak itu pula PU akan menerima mahasiswa baru untuk tiap tahunnya. Dengan koordinasi dan singkronisasi antara jumlah kebutuhan tenaga kerja dengan jumlah mahasiswa yang siap pakai, maka tingkat pengangguran akan bisa ditekan seminimal mungkin. Tidak ada lagi istilah<em> &#8220;Sarjana Ojek&#8221;</em> yang diungkap dalam sebuah iklan rokok tersebut.</p>
<p>Mendengar bagaimana pengelolaan sistem pendidikan yang diterapkan oleh President University, saya yakin setiap calon mahasiswa dan orang tua yang akan memasukkan anaknya ke perguruan tinggi pasti akan <em>ngiler</em> ingin berkuliah disana. Apalagi ditambah dengan sistem perkuliahan dan bahasa sehari-hari yang digunakan di kampus ini adalah bahasa Inggris. Ya, sebagai orang tua, saya membayangkan bahwa beberapa tahun mendatang saya bisa menguliahkan anak saya di sana. Tapi itu sebelum saya tahu berapa angka yang harus dikeluarkan untuk berkuliah di sana. Saya tidak akan menyebutkan angkanya, tapi yang jelas, untuk merogoh kocek dalam-dalam pun mungkin saya tidak akan mampu membiayai anak saya kuliah disana. Tapi itulah faktanya, ketika kita ditawari dengan sebuah sistem pendidikan yang berkualitas, kita juga dihadapkan dengan tingginya biaya.</p>
<p>Untuk mengatakan bahwa President University adalah <strong>perguruan tinggi terbaik</strong> atau <strong>perguruan tinggi favorit Indonesia</strong>, saya mengatakan iya. Tapi untuk menjadikannya <strong>perguruan tinggi idaman</strong> tempat anak saya akan berkuliah nantinya, saya belum berani mengatakan iya. Sekali lagi, penyebabnya adalah faktor biaya. Masih ada banyak waktu bagi saya untuk berfikir dan menabung sambil berharap akan tumbuh PU lainnya dengan kualitas pendidikan yang sama, namun biaya berpihak kepada masyarakat kecil. Semoga.</p>
<p>Mengakhiri postingan ini, dengan nekad saya nyatakan postingan ini diikut sertakan dalam <a href="http://facebook.com/temublogger" target="_blank">Live Blogging Competition</a> dengan keyword <strong><a href="http://bangfiko.web.id/bekasi-bersih-dan-partisipasi-blogger-menuju-kota-industri-yang-ramah-lingkungan/" target="_blank">Bekasi Bersih Partisipasi Blogger</a></strong>, yang diselenggarakan oleh <a href="http://bloggerbekasi.com/" target="_blank">komunitas blogger bekasi</a>.</p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/bekasi-bersih-dan-partisipasi-blogger-menuju-kota-industri-yang-ramah-lingkungan/"><img class="aligncenter" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/03/amprokan5.jpg" alt="Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Amprokan Blogger" width="205" height="155" /></a></p>
<p>Dan sekaligus juga saya sertakan dalam <strong><a href="http://blog.kompetisi.uii.ac.id/" target="_blank">Lomba Blog UII</a></strong> dengan tema &#8220;mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman&#8221;, yang diselenggarakan oleh <strong>Universitas Islam Indonesia</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="lomba blog Universitas Islam Indonesia" href="http://blog.kompetisi.uii.ac.id"><img class="aligncenter" src="http://www.uii.ac.id/images/stories/lomba_blog_universitas_islam_indonesia_2009_2010-2.png" alt="" width="207" height="103" align="top" /></a></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Pendidikan+Murah+atau+Pendidikan+Berkualitas%3F+http://bangfiko.web.id/?p=557" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/pendidikan-murah-atau-pendidikan-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korupsi dan Anak-anak</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 12:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[anti korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blogpost competition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ayah.. Apa itu korupsi?&#8221; tanya Aksan ketika berita &#8216;Cicak Vs Buaya&#8217; marak diberitakan media di televisi beberapa waktu lalu. &#8220;Korupsi itu sama dengan mencuri.&#8221; jawabku sesederhana mungkin. &#8220;Oo.. Berarti orang yang korupsi pake topeng ya, Yah?&#8221; tanyanya lagi. Barangkali yang ada difikirannya adalah tokoh pencuri yang selalu memakai topeng dalam film-film di televisi. &#8220;Kalau pencuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/corruption.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-512" title="corruption" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/corruption-300x300.jpg" alt="" width="220" height="220" /></a></p>
<p>&#8220;Ayah.. Apa itu korupsi?&#8221; tanya Aksan ketika berita &#8216;Cicak Vs Buaya&#8217; marak diberitakan media di televisi beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Korupsi itu sama dengan mencuri.&#8221; jawabku sesederhana mungkin.</p>
<p>&#8220;Oo.. Berarti orang yang korupsi pake topeng ya, Yah?&#8221; tanyanya lagi. Barangkali yang ada difikirannya adalah tokoh pencuri yang selalu memakai topeng dalam film-film di televisi.</p>
<p>&#8220;Kalau pencuri yang ini orangnya rapi-rapi.. Pake dasi atau seragam. Bukan seperti pencuri yang pake topeng gitu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah.. kalau gitu Pak Polisi susah donk nangkap orang korupsi, Yah? Kan, gak keliatan kayak pencuri.&#8221;</p>
<p><span id="more-511"></span>Aku mengangguk. Dalam hati sebenarnya ingin menjelaskan lebih jauh lagi tapi takut tidak bisa dicernanya. Ingin aku menyampaikan bahwa oknum polisi saja banyak yang korupsi sehingga koruptor susah ditangkap.</p>
<p>&#8220;Polisi pasti lebih pintar dari penjahat. nanti pasti juga tertangkap.&#8221;</p>
<p>Kuharap Aksan bisa menerima jawaban tersebut dan tidak bertanya-tanya lagi. Bukan kenapa-kenapa, tapi deadline kerjaan membuat aku harus konsentrasi ke sini dulu daripada pertanyaan-pertanyaannya.</p>
<p>Dari dialog tersebut aku jadi berfikir bahwa sebenarnya kalau siapapun pihak yang ingin memberantas korupsi, harus dimulai dari anak seusia Aksan, tepatnya usia sekolah dasar. Usia ini menjadi usia yang sangat penting untuk membentuk karakter seorang anak agar menjadi manusia yang baik di masa yang akan datang.</p>
<p>Seingatku pada saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku belum dikenalkan dengan istilah korupsi. Aku bahkan baru mengetahui istilah korupsi itu ketika TVRI sebagai satu-satunya siaran televisi yang ada di Indonesia saat itu mulai menampilkan para koruptor-koruptor di layar kaca. Kalau tidak salah alasannya pada waktu itu agar menimbulkan efek jera kepada para koruptor. Namun sepertinya trik itu tidak berhasil. Karena dari masa ke masa korupsi semakin meningkat. Entah itu karna memang kasusnya yang semakin banyak, atau karna kasus yang terungkap semakin banyak. Yang pasti para pelaku korupsi tidak juga jera dengan cara penanganan yang dilakukan saat itu. Acara menampilkan wajah para koruptor itu pun tidak bertahan lama. Acara tersebut hilang tanpa bekas.</p>
<p>Aku yakin bahwa seluruh manusia yang membenci korupsi pasti telah berfikir keras untuk mencari cara yang efektif mengatasi korupsi ini. Namun, hingga saat ini, aku tidak melihat ada satu cara yang efektif yang berhasil mengatasi atau katakanlah mengurangi terjadinya kasus korupsi.</p>
<p>Seorang teman pernah bercerita bahwa di China, orang takut untuk melakukan korupsi. Kenapa? Karena mereka melegalkan hokum tembak mati di tempat kepada orang-orang yang terbukti melakukan korupsi. Jadi, setiap warga Negara mereka yang korupsi, maka bias jadi suatu hari akan ditemukan tewas ditembus timah panas.</p>
<p>Namun kata temanku itu, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah China ini mendapat reaksi dan tentangan keras dari dunia internasional. Meski demikian, pemerintah china masih terus memberlakukan hokum tersebut. Apakah hal ini mungkin dilakukan di Indonesia? Sepertinya mustahil. Dan kalaupun diberlakukan, aku pasti termasuk salah satu orang yang menentang diperlakukannya hokum tembak di tempat itu.</p>
<p><strong>Perkenalkan Korupsi Dari Usia Dini</strong></p>
<p>Pengenalan dan pendidikan tentang korupsi dan bagaimana dampak yang dihasilkan dari perbuatan tersebut harus dari usia dini diperkenalkan kepada anak-anak. Dunia anak adalah dunia di mana orang tua bias memberikan pemahaman-pemahaman yang mendalam tentang hal-hal baik yang harus dilakukan, dan hal-hal buruk yang harus dihindarkan.<br />
Kenapa korupsi perlu diperkenalkan dari usia dini? Sebelumnya coba kita lihat dulu pengertian dari korupsi. Menurut situs Wikipedia Indonesia, Korupsi berasala dari bahasa latin yaitu <em><strong>corruptio</strong></em> dari kata kerja <em><strong>corrumpere</strong></em> yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.</p>
<p>Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:</p>
<p>•    perbuatan melawan hukum;<br />
•    penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;<br />
•    memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;<br />
•    merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;</p>
<p>Korupsi adalah sebuah kejahatan sempurna yang dampaknya tidak hanya dirasakan segeleintir orang, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Korupsi kadang juga menjadi sebuah kejahatan massal dan terorganisir. Karena itu, sangat sulit untuk memberantas korupsi di generasi sekarang ini.</p>
<p>Mengutip salah satu yang diuraikan dalam teori hukum ketertarikan &#8220;Law of Attraction&#8221;, Apabila kita membenci dengan perilaku generasi sekarang, berpihaklah pada generasi mendatang. Karena itu, anak-anak kita harus mendapat pembekalan yang dalam tentang korupsi dan seluk beluknya. Dengan mengenal bentuk kejahatan tersebut, diharapkan anak-anak kita akan memiliki karakter yang kuat untuk tidak menyentuh yang namanya korupsi di masa mendatang.</p>
<p>Ada beberapa sifat yang sangat perlu ditanamkan kepada generasi sekarang. dengan sifat tersebut, Insya Allah mereka kelak akan dijauhkan dari yang namanya korupsi.</p>
<p><strong>Jujur.</strong> Kejujuran adalah sifat dasar yang harus dimiliki anak-anak sekarang dan harus tertanam dalam diri mereka hingga mereka dewasa. Dengan kejujuran, mereka akan berfikir ribuan kali untuk korupsi. Kenapa? Karena mereka tidak bisa berbohong!</p>
<p><strong>Bersyukur.</strong> Dengan bersyukur dengan apa yang mereka miliki sekarang, anak-anak kita akan belajar untuk tidak memaksakan diri memiliki apa yang tidak mampu mereka miliki, dengan menghalalkan berbagai cara. Korupsi biasanya berawal dari rasa tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sehingga kita berusaha mendapatkan rejeki dari jalur-jalur yang salah untuk memenuhi keinginan kita.</p>
<p><strong>Bertanggung Jawab.</strong> Dengan belajar bertanggung jawab dari kecil, diharapkan kelak anak-anak kita akan menjadi orang yang amanah dalam mengemban tugas atau jabatan. Ingat, korupsi bisa muncul dari penyalahgunaan jabatan atau wewenang. Karena itu bertanggung jawab adalah sebuah sifat yang harus dimiliki sedari kecil.</p>
<p>Tentu saja masih banyak sifat-sifat yang sangat perlu ditanamkan dalam diri anak-anak kita dari kecil. Yang pasti, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan adalah dasar dari segalanya.</p>
<p>Anak-anak kita adalah manusia-manusia yang akan menjalankan kehidupan di negeri kita tercinta ini. Kepada mereka lah harapan akan kehidupan yang lebih baik kita sandarkan. Penanganan masalah korupsi yang terjadi saat ini di Indonesia diharapkan mampu diatasi oleh institusi-institusi yang berwenang. KPK, Polisi, dan lembaga-lembaga hokum lainnya hendaknya berjalan di jalur mereka dalam pemberantasan korupsi. Sementara, sebagai warga Negara yang baik, kita mulai dulu dengan niat yang tulus dan hati yang bersih untuk tidak melakukan korupsi. Setelah itu, bersama-sama kita bombing anak-anak kita agar lebih mengenal korupsi dengan segala seluk beluk dan bagaimana untuk menjauhinya. Semoga Tuhan bersama kita dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.</p>
<p>Tulisan ini aku dedikasikan untuk semua yang peduli dengan pemberantasan korupsi. Dan tulisan ini juga aku ikutkan dalam <strong>“Anti Korupsi Blogpost Competition”</strong> yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.ceritainspirasi.net" target="_blank">www.ceritainspirasi.net</a>.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>gambar dari: mukhsonrofi.files.wordpress.com</em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Korupsi+dan+Anak-anak+http://bangfiko.web.id/?p=511" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Membongkar Gurita Cikeas</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 05:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar gurita cikeas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan buku &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221; karya George Junus Aditjondro yang fenomenal itu? Tadi aku melihat seorang lelaki tua menawarkan buku tersebut kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah jl Sudirman &#8211; Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Buku yang secara tiba-tiba hilang dari peredaran tersebut membuat orang begitu antusias memburu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/gurita-cikeas2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-475" title="gurita-cikeas2" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/gurita-cikeas2-292x300.jpg" alt="" width="292" height="300" /></a></p>
<p>Masih ingat dengan buku &#8220;<strong>Membongkar Gurita Cikeas</strong>&#8221; karya George Junus Aditjondro yang fenomenal itu? Tadi aku melihat seorang lelaki tua menawarkan buku tersebut kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah jl Sudirman &#8211; Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Buku yang secara tiba-tiba hilang dari peredaran tersebut membuat orang begitu antusias memburu buku tersebut, bagaimanapun caranya.</p>
<p>Ada sebuah trik yang kurasakan yang mungkin saja dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan agar buku tersebut laris manis di pasaran, yaitu dengan cara membuat seolah-olah buku tersebut dicekal atau ditarik dari perederan. Atau menurut media diborong oleh sekelompok orang yang misterius. Tujuan dari trik ini adalah membuat orang menjadi penasaran akan isi buku tersebut, lalu, ketika buku itu diluncurkan kembali, masyarakat akan berbondong-bondong membelinya karena takut kehabisan lagi<span id="more-474"></span>. Terbukti, masyarakat Indonesia, tak peduli berasal dari kalangan manapun sibuk berburu buku yang katanya menceritakan keterlibatan Presiden SBY beserta team suksesnya dalam beberapa kasus korupsi di Indonesia.</p>
<p>Buku-buku yang bernuansa politik seperti itu biasanya hanya dibaca oleh kalangan masyarakat tertentu saja. Tapi tidak dengan &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221;, bukunya kini diburu oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan ini bukan sesuatu yang biasa di tanah air. Kalaulah memang trik ini benar, maka media adalah salah satu sarana yang paling berperan dalam menyukseskan trik tersebut.</p>
<p>Fenomena &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221; diatas hanya opiniku dan sebagai pengantar dari tulisan yang kupersembahkan khusus untuk <a href="http://anazkia.blogspot.com/" target="_blank">Anazkia</a> ini. Dia adalah seorang teman blogger yang mencari nafkah di negeri seberang, Malaysia. Dia ngetag aku untuk menulis tentang &#8220;buku apa yang membuatmu menangis?&#8221;</p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bolehkah3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-476" title="bolehkah3" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bolehkah3-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<p>Sejujurnya aku bukan seorang pencinta buku sejati, apalagi yang namanya novel. Bagiku, membaca kisah yang begitu panjang dalam novel setebal ratusan halaman sungguh melelahkan. Ada beberapa novel atau fiksi yang sempat kubaca, yang membuat aku  terharu biru membaca kisahnya. Sebuah buku berjudul &#8220;<a href="http://books.google.co.id/books?id=AUYa1I1CoMsC&amp;printsec=frontcover&amp;dq=bolehkah+aku+memanggilmu+ayah%3F&amp;ei=m5BaS4KoIqaolQTd3rCwAw&amp;cd=1#v=onepage&amp;q=&amp;f=false">Bolehkah Aku Memanggilmu Ayah?</a>&#8220;  karya Chichi Sukardjo adalah sebuah kumpulan kisah islami tentang hubungan antara orang tua dan anak yang membuat aku terharu biru membacanya. Namun diluar itu,  ada sebuah novel yang membuat aku benar-benar menangis membacanya. Untuk Anazkia yang telah berbaik hati ngetag aku untuk membuat tulisan ini, maka aku akan kasih bocoran judul novel itu.</p>
<p>Novel itu menceritakan perjuangan lelaki yang menderita sakit gagal ginjal kronik, dan istrinya yang dengan penuh kesabaran menjaga suaminya itu, untuk menunaikan ibadah haji. Perjuangan mulai dari bagaimana mendapatkan uang, sampai akhirnya uang tersebut harus lenyap begitu saja karena penipuan biro perjalanan hajinya, hingga akhirnya Allah berkehendak untuk mengabulkan niat tersebut. Judulnya &#8220;Menggapai Tanah Suci&#8221;.</p>
<p>Novel ini tidak beredar bebas di toko buku. Bukan karena dicekal Seperti &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221;, tapi karena bukunya memang belum jadi. hehe&#8230; Yup.. novel tersebut adalah novel yang belum selesai kutulis. Novel yang mengangkat kisah nyata perjuangan papa (alm) dan mama dalam mewujudkan niatnya ke tanah suci beberapa tahun lalu.</p>
<p>Selebihnyua, <a href="http://bangfiko.web.id/buang-saja-buat-mereka/" target="_blank">buku-buku</a> yang menumpuk di rumahku adalah buku-buku non fiksi seperti modul-modul kuliah, public speaking, motivasi, dan berbagai <a href="http://bangfiko.web.id/3-menit-belajar-pengetahuan-umum/" target="_blank">buku-buku</a> lain punya Aksan dan bundanya.</p>
<p>Tetap semangat membaca, ya&#8230;</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Bukan+Membongkar+Gurita+Cikeas+http://bangfiko.web.id/?p=474" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Narablog Indonesia, Perlukah?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 07:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[narablog indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas inti dari postingan ini, perlu juga saya berikan sedikit penjelasan tentang apa itu Narablog. Dalam sebuah diskusi di twitter bertepatan dengan hari Narablog Indonesia ke-2 tanggal 27 Oktober 2009, saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog adalah istilah untuk blogger dalam bahasa indonesia (di Indonesiakan). Hal ini muncul mengingat fasilitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas inti dari postingan ini, perlu juga saya berikan sedikit penjelasan tentang apa itu Narablog. Dalam sebuah diskusi di twitter bertepatan dengan hari Narablog Indonesia ke-2 tanggal 27 Oktober 2009, saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog adalah istilah untuk blogger dalam bahasa indonesia (di Indonesiakan). Hal ini muncul mengingat fasilitas blog itu tidak cuma blogger.com, tapi juga ada yang lain. Selanjutnya, tanggal 27 diperingati sebagai hari Narablog Indonesia, ketika menkominfo saat itu, M. Nuh mencanangkannya pada Pesta Blogger yang pertama tahun 2007. Diskusi selengkapnya bisa dibaca di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/27/hari-narablog-nasional-%E2%80%93-tanya-jawab-di-twitter/" target="_blank">sini</a><span id="more-452"></span> Beberapa waktu lalu di Pesta Blogger 2009, aku mengutarakan sebuah pertanyaan, tepatnya usulan kepada Bapak Narablog Indonesia, Enda Nasution, agar narablog-narablog yang ada di Indonesia bisa dirangkum dalam sebuah wadah besar <strong>Narablog Indonesia</strong>. Tujuannya agar seluruh masyarakat Indonesia yang nge-blog, memiliki sebuah wadah khusus tempat mereka belajar, berdiskusi tentang segala hal yang berkaitan dengan profesi atau hobi yang ditekuninya, yaitu nge-blog. Selain itu, Narablog Indonesia selayaknya juga mendapatkan sebuah perlindungan dari wadah besar komunitas blogger Indonesia. Seperti sama-sama kita ketahui, banyak sekali Undang-undang ITE yang jika tidak dipahami, dapat menjerat kita dengan pelanggaran-pelanggaran hukum. Karena itu, perlu ada pembinaan yang berkala dan berkelanjutan dari para sesepuh-sesepuh narablog Indonesia yang mungkin memiliki wawasan lebih tentang hal ini.</p>
<p>Narablog Indonesia saat ini masih terkotak-kotak. Mereka masih tergabung dalam berbagai komunitas yang sifatnya masih kedaerahan. Dan banyak juga diantara mereka yang memilih menjadi blogger independent. Keberadaan Narablog Indonesia dengan berbagai komunitas yang ada di tanah air, merupakan potensi dan kekayaan yang jika dikelola dengan sebaik mungkin, bisa menjadi sebuah kekuatan kontrol sosial di negeri yang sedang penuh dengan gejolak ini.</p>
<p>Terakhir, dengan tidak mengurangi penghargaan kepada para sesepuh yang telah menggagas hadirnya Pesta Blogger di Indonesia, komunitas Narablog Indonesia diharapkan bisa menjadi pelaksana silaturahmi nasional narablog Indonesia yang lebih memiliki nilai kebersamaan sebagai Indonesia, dan lebih berisi!</p>
<p>Mari berdiskusi lewat form komentar, dan <strong>Salam hangat Narablog Indonesia!</strong></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Komunitas+Narablog+Indonesia%2C+Perlukah%3F+http://bangfiko.web.id/?p=452" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menu Tradisional Melayu Hanya Milik Orang Kaya?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 09:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menu tradisional melayu]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[PON XVIII]]></category>
		<category><![CDATA[riau]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Telur]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, ketika blogger Bertuah mendapakan kunjungan tamu blogger dari Aussie, Anthony Bianco, beberapa teman baik blogger maupun yang tidak, berkomentar begini: &#8220;Bang Fiko, kenapa Anthony pertama kali justeru diperkenalkan dengan menu yang bukan asli Melayu?&#8221; Komentar itu muncul karena waktu pertama kali datang ke Pekanbaru, Anthony aku ajak untuk menikmati secangkir teh telur, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Teh-Telur.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-445" title="Teh Telur" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Teh-Telur-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu, ketika blogger Bertuah mendapakan kunjungan tamu blogger dari Aussie, <a href="http://bangfiko.web.id/pesta-blogger-2009-anthony-bianco-di-pekanbaru/" target="_blank">Anthony Bianco</a>, beberapa teman baik blogger maupun yang tidak, berkomentar begini: &#8220;Bang Fiko, kenapa Anthony pertama kali justeru diperkenalkan dengan menu yang bukan asli Melayu?&#8221;</p>
<p>Komentar itu muncul karena waktu pertama kali datang ke Pekanbaru, Anthony aku ajak untuk menikmati secangkir <a href="http://www.thetraveltart.com/how-to-make-teh-telur-tea-with-egg/" target="_blank">teh telur</a>, yang menjadi postingan pertamanya tentang Pekanbaru. Memang Teh Telur mungkin bukan menu asli melayu, tapi teh telur merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pekanbaru.</p>
<p><span id="more-442"></span>&#8220;Tapi kan menu masakan melayu banyak, Bang, di Pekanbaru..&#8221; Teman itu masih berusaha memojokkan aku dengan pernyataannya tersebut, seakan-akan aku tidak mencintai menu tradisionil nenek moyang leluhurku.</p>
<p>Padahal sebenarnya Anthony juga aku bawa untuk menikmati masakan khas Melayu di sebuah rumah makan yang lumayan berkelas. Ya, karena mamang kalau ingin menikmati menu masakan melayu di Pekanbaru, kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi mengingat harganya yang jauh di atas rata-rata rumah makan lain di Pekanbaru.</p>
<p>Rumah-rumah makan khas melayu yang ada di Pekanbaru sebagian besar merupakan tempat-tempat makan yang biasa dikunjungi para pejabat, tokoh-tokoh penting dari Jakarta, artis, dan orang-orang berkantong tebal lainnya. Sementara, sangat sulit untuk mencari menu tradisional melayu yang dijual di rumah-rumah makan standar masyarakat awam. Itulah sebabnya masyarakat Pekanbaru (sebagai ibukota provinsi Riau) yang katanya Melayu, mungkin banyak yang tidak familiar dengan menu-menu masakan melayu, termasuk aku. Bagiku, kalau ditanya menu masakan melayu seperti apa, cobalah makan di rumah orang-orang melayu. Maka anda akan merasakan resep masakan orang melayu.. hehe..</p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Asam-Pedas-Baung-Riau-Original-Food.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-446" title="Asam Pedas Baung, Riau Original Food" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Asam-Pedas-Baung-Riau-Original-Food-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu di surat kabar lokal diberitakan bahwa Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Riau berencana akan menggalakkan wisata kuliner melayu. hal ini berkaitan dengan provinsi Riau yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012 mendatang. Namun, hingga saat ini, rencana itu sepertinya masih sebatas rencana yang entah kapan direalisasikan. Atau mungkin rencana itu akan menambah deretan rumah-rumah makan khas melayu yang mahal seperti yang ada saat ini.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru seharusnya mungkin lebih jeli untuk lebih memperbanyak tempat-tempat makan dengan menu masakan melayu nan murah, untuk dinikmati oleh masyarakat lokal dulu, baru berfikir untuk menyediakan tempat makan berkelas untuk tamu-tamu penting dari luar daerah. Dengan demikian, menu masakan melayu akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Semoga..</p>
<p>Ahh.. jadi lapar&#8230; menu masakan yang paling enak di mana ya? sepertinya menu masakan mama masih paling enak&#8230; Selamat makan..</p>
<p><em>note: gambar dicomot dari thetraveltart.com dan riaudailyphoto.blogspot.com</em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Menu+Tradisional+Melayu+Hanya+Milik+Orang+Kaya%3F+http://bangfiko.web.id/?p=442" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
