<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; Wacana</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/category/wacana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 13:48:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Korupsi dan Anak-anak</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 12:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[anti korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blogpost competition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Ayah.. Apa itu korupsi?&#8221; tanya Aksan ketika berita &#8216;Cicak Vs Buaya&#8217; marak diberitakan media di televisi beberapa waktu lalu.
&#8220;Korupsi itu sama dengan mencuri.&#8221; jawabku sesederhana mungkin.
&#8220;Oo.. Berarti orang yang korupsi pake topeng ya, Yah?&#8221; tanyanya lagi. Barangkali yang ada difikirannya adalah tokoh pencuri yang selalu memakai topeng dalam film-film di televisi.
&#8220;Kalau pencuri yang ini orangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/corruption.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-512" title="corruption" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/02/corruption-300x300.jpg" alt="" width="220" height="220" /></a></p>
<p>&#8220;Ayah.. Apa itu korupsi?&#8221; tanya Aksan ketika berita &#8216;Cicak Vs Buaya&#8217; marak diberitakan media di televisi beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Korupsi itu sama dengan mencuri.&#8221; jawabku sesederhana mungkin.</p>
<p>&#8220;Oo.. Berarti orang yang korupsi pake topeng ya, Yah?&#8221; tanyanya lagi. Barangkali yang ada difikirannya adalah tokoh pencuri yang selalu memakai topeng dalam film-film di televisi.</p>
<p>&#8220;Kalau pencuri yang ini orangnya rapi-rapi.. Pake dasi atau seragam. Bukan seperti pencuri yang pake topeng gitu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah.. kalau gitu Pak Polisi susah donk nangkap orang korupsi, Yah? Kan, gak keliatan kayak pencuri.&#8221;</p>
<p><span id="more-511"></span>Aku mengangguk. Dalam hati sebenarnya ingin menjelaskan lebih jauh lagi tapi takut tidak bisa dicernanya. Ingin aku menyampaikan bahwa oknum polisi saja banyak yang korupsi sehingga koruptor susah ditangkap.</p>
<p>&#8220;Polisi pasti lebih pintar dari penjahat. nanti pasti juga tertangkap.&#8221;</p>
<p>Kuharap Aksan bisa menerima jawaban tersebut dan tidak bertanya-tanya lagi. Bukan kenapa-kenapa, tapi deadline kerjaan membuat aku harus konsentrasi ke sini dulu daripada pertanyaan-pertanyaannya.</p>
<p>Dari dialog tersebut aku jadi berfikir bahwa sebenarnya kalau siapapun pihak yang ingin memberantas korupsi, harus dimulai dari anak seusia Aksan, tepatnya usia sekolah dasar. Usia ini menjadi usia yang sangat penting untuk membentuk karakter seorang anak agar menjadi manusia yang baik di masa yang akan datang.</p>
<p>Seingatku pada saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku belum dikenalkan dengan istilah korupsi. Aku bahkan baru mengetahui istilah korupsi itu ketika TVRI sebagai satu-satunya siaran televisi yang ada di Indonesia saat itu mulai menampilkan para koruptor-koruptor di layar kaca. Kalau tidak salah alasannya pada waktu itu agar menimbulkan efek jera kepada para koruptor. Namun sepertinya trik itu tidak berhasil. Karena dari masa ke masa korupsi semakin meningkat. Entah itu karna memang kasusnya yang semakin banyak, atau karna kasus yang terungkap semakin banyak. Yang pasti para pelaku korupsi tidak juga jera dengan cara penanganan yang dilakukan saat itu. Acara menampilkan wajah para koruptor itu pun tidak bertahan lama. Acara tersebut hilang tanpa bekas.</p>
<p>Aku yakin bahwa seluruh manusia yang membenci korupsi pasti telah berfikir keras untuk mencari cara yang efektif mengatasi korupsi ini. Namun, hingga saat ini, aku tidak melihat ada satu cara yang efektif yang berhasil mengatasi atau katakanlah mengurangi terjadinya kasus korupsi.</p>
<p>Seorang teman pernah bercerita bahwa di China, orang takut untuk melakukan korupsi. Kenapa? Karena mereka melegalkan hokum tembak mati di tempat kepada orang-orang yang terbukti melakukan korupsi. Jadi, setiap warga Negara mereka yang korupsi, maka bias jadi suatu hari akan ditemukan tewas ditembus timah panas.</p>
<p>Namun kata temanku itu, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah China ini mendapat reaksi dan tentangan keras dari dunia internasional. Meski demikian, pemerintah china masih terus memberlakukan hokum tersebut. Apakah hal ini mungkin dilakukan di Indonesia? Sepertinya mustahil. Dan kalaupun diberlakukan, aku pasti termasuk salah satu orang yang menentang diperlakukannya hokum tembak di tempat itu.</p>
<p><strong>Perkenalkan Korupsi Dari Usia Dini</strong></p>
<p>Pengenalan dan pendidikan tentang korupsi dan bagaimana dampak yang dihasilkan dari perbuatan tersebut harus dari usia dini diperkenalkan kepada anak-anak. Dunia anak adalah dunia di mana orang tua bias memberikan pemahaman-pemahaman yang mendalam tentang hal-hal baik yang harus dilakukan, dan hal-hal buruk yang harus dihindarkan.<br />
Kenapa korupsi perlu diperkenalkan dari usia dini? Sebelumnya coba kita lihat dulu pengertian dari korupsi. Menurut situs Wikipedia Indonesia, Korupsi berasala dari bahasa latin yaitu <em><strong>corruptio</strong></em> dari kata kerja <em><strong>corrumpere</strong></em> yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.</p>
<p>Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:</p>
<p>•    perbuatan melawan hukum;<br />
•    penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;<br />
•    memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;<br />
•    merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;</p>
<p>Korupsi adalah sebuah kejahatan sempurna yang dampaknya tidak hanya dirasakan segeleintir orang, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Korupsi kadang juga menjadi sebuah kejahatan massal dan terorganisir. Karena itu, sangat sulit untuk memberantas korupsi di generasi sekarang ini.</p>
<p>Mengutip salah satu yang diuraikan dalam teori hukum ketertarikan &#8220;Law of Attraction&#8221;, Apabila kita membenci dengan perilaku generasi sekarang, berpihaklah pada generasi mendatang. Karena itu, anak-anak kita harus mendapat pembekalan yang dalam tentang korupsi dan seluk beluknya. Dengan mengenal bentuk kejahatan tersebut, diharapkan anak-anak kita akan memiliki karakter yang kuat untuk tidak menyentuh yang namanya korupsi di masa mendatang.</p>
<p>Ada beberapa sifat yang sangat perlu ditanamkan kepada generasi sekarang. dengan sifat tersebut, Insya Allah mereka kelak akan dijauhkan dari yang namanya korupsi.</p>
<p><strong>Jujur.</strong> Kejujuran adalah sifat dasar yang harus dimiliki anak-anak sekarang dan harus tertanam dalam diri mereka hingga mereka dewasa. Dengan kejujuran, mereka akan berfikir ribuan kali untuk korupsi. Kenapa? Karena mereka tidak bisa berbohong!</p>
<p><strong>Bersyukur.</strong> Dengan bersyukur dengan apa yang mereka miliki sekarang, anak-anak kita akan belajar untuk tidak memaksakan diri memiliki apa yang tidak mampu mereka miliki, dengan menghalalkan berbagai cara. Korupsi biasanya berawal dari rasa tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sehingga kita berusaha mendapatkan rejeki dari jalur-jalur yang salah untuk memenuhi keinginan kita.</p>
<p><strong>Bertanggung Jawab.</strong> Dengan belajar bertanggung jawab dari kecil, diharapkan kelak anak-anak kita akan menjadi orang yang amanah dalam mengemban tugas atau jabatan. Ingat, korupsi bisa muncul dari penyalahgunaan jabatan atau wewenang. Karena itu bertanggung jawab adalah sebuah sifat yang harus dimiliki sedari kecil.</p>
<p>Tentu saja masih banyak sifat-sifat yang sangat perlu ditanamkan dalam diri anak-anak kita dari kecil. Yang pasti, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan adalah dasar dari segalanya.</p>
<p>Anak-anak kita adalah manusia-manusia yang akan menjalankan kehidupan di negeri kita tercinta ini. Kepada mereka lah harapan akan kehidupan yang lebih baik kita sandarkan. Penanganan masalah korupsi yang terjadi saat ini di Indonesia diharapkan mampu diatasi oleh institusi-institusi yang berwenang. KPK, Polisi, dan lembaga-lembaga hokum lainnya hendaknya berjalan di jalur mereka dalam pemberantasan korupsi. Sementara, sebagai warga Negara yang baik, kita mulai dulu dengan niat yang tulus dan hati yang bersih untuk tidak melakukan korupsi. Setelah itu, bersama-sama kita bombing anak-anak kita agar lebih mengenal korupsi dengan segala seluk beluk dan bagaimana untuk menjauhinya. Semoga Tuhan bersama kita dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.</p>
<p>Tulisan ini aku dedikasikan untuk semua yang peduli dengan pemberantasan korupsi. Dan tulisan ini juga aku ikutkan dalam <strong>“Anti Korupsi Blogpost Competition”</strong> yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.ceritainspirasi.net" target="_blank">www.ceritainspirasi.net</a>.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>gambar dari: mukhsonrofi.files.wordpress.com</em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Korupsi+dan+Anak-anak+http://bangfiko.web.id/?p=511" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/korupsi-dan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Membongkar Gurita Cikeas</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 05:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar gurita cikeas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[
Masih ingat dengan buku &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221; karya George Junus Aditjondro yang fenomenal itu? Tadi aku melihat seorang lelaki tua menawarkan buku tersebut kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah jl Sudirman &#8211; Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Buku yang secara tiba-tiba hilang dari peredaran tersebut membuat orang begitu antusias memburu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/gurita-cikeas2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-475" title="gurita-cikeas2" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/gurita-cikeas2-292x300.jpg" alt="" width="292" height="300" /></a></p>
<p>Masih ingat dengan buku &#8220;<strong>Membongkar Gurita Cikeas</strong>&#8221; karya George Junus Aditjondro yang fenomenal itu? Tadi aku melihat seorang lelaki tua menawarkan buku tersebut kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah jl Sudirman &#8211; Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Buku yang secara tiba-tiba hilang dari peredaran tersebut membuat orang begitu antusias memburu buku tersebut, bagaimanapun caranya.</p>
<p>Ada sebuah trik yang kurasakan yang mungkin saja dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan agar buku tersebut laris manis di pasaran, yaitu dengan cara membuat seolah-olah buku tersebut dicekal atau ditarik dari perederan. Atau menurut media diborong oleh sekelompok orang yang misterius. Tujuan dari trik ini adalah membuat orang menjadi penasaran akan isi buku tersebut, lalu, ketika buku itu diluncurkan kembali, masyarakat akan berbondong-bondong membelinya karena takut kehabisan lagi<span id="more-474"></span>. Terbukti, masyarakat Indonesia, tak peduli berasal dari kalangan manapun sibuk berburu buku yang katanya menceritakan keterlibatan Presiden SBY beserta team suksesnya dalam beberapa kasus korupsi di Indonesia.</p>
<p>Buku-buku yang bernuansa politik seperti itu biasanya hanya dibaca oleh kalangan masyarakat tertentu saja. Tapi tidak dengan &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221;, bukunya kini diburu oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan ini bukan sesuatu yang biasa di tanah air. Kalaulah memang trik ini benar, maka media adalah salah satu sarana yang paling berperan dalam menyukseskan trik tersebut.</p>
<p>Fenomena &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221; diatas hanya opiniku dan sebagai pengantar dari tulisan yang kupersembahkan khusus untuk <a href="http://anazkia.blogspot.com/" target="_blank">Anazkia</a> ini. Dia adalah seorang teman blogger yang mencari nafkah di negeri seberang, Malaysia. Dia ngetag aku untuk menulis tentang &#8220;buku apa yang membuatmu menangis?&#8221;</p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bolehkah3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-476" title="bolehkah3" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bolehkah3-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<p>Sejujurnya aku bukan seorang pencinta buku sejati, apalagi yang namanya novel. Bagiku, membaca kisah yang begitu panjang dalam novel setebal ratusan halaman sungguh melelahkan. Ada beberapa novel atau fiksi yang sempat kubaca, yang membuat aku  terharu biru membaca kisahnya. Sebuah buku berjudul &#8220;<a href="http://books.google.co.id/books?id=AUYa1I1CoMsC&amp;printsec=frontcover&amp;dq=bolehkah+aku+memanggilmu+ayah%3F&amp;ei=m5BaS4KoIqaolQTd3rCwAw&amp;cd=1#v=onepage&amp;q=&amp;f=false">Bolehkah Aku Memanggilmu Ayah?</a>&#8220;  karya Chichi Sukardjo adalah sebuah kumpulan kisah islami tentang hubungan antara orang tua dan anak yang membuat aku terharu biru membacanya. Namun diluar itu,  ada sebuah novel yang membuat aku benar-benar menangis membacanya. Untuk Anazkia yang telah berbaik hati ngetag aku untuk membuat tulisan ini, maka aku akan kasih bocoran judul novel itu.</p>
<p>Novel itu menceritakan perjuangan lelaki yang menderita sakit gagal ginjal kronik, dan istrinya yang dengan penuh kesabaran menjaga suaminya itu, untuk menunaikan ibadah haji. Perjuangan mulai dari bagaimana mendapatkan uang, sampai akhirnya uang tersebut harus lenyap begitu saja karena penipuan biro perjalanan hajinya, hingga akhirnya Allah berkehendak untuk mengabulkan niat tersebut. Judulnya &#8220;Menggapai Tanah Suci&#8221;.</p>
<p>Novel ini tidak beredar bebas di toko buku. Bukan karena dicekal Seperti &#8220;Membongkar Gurita Cikeas&#8221;, tapi karena bukunya memang belum jadi. hehe&#8230; Yup.. novel tersebut adalah novel yang belum selesai kutulis. Novel yang mengangkat kisah nyata perjuangan papa (alm) dan mama dalam mewujudkan niatnya ke tanah suci beberapa tahun lalu.</p>
<p>Selebihnyua, <a href="http://bangfiko.web.id/buang-saja-buat-mereka/" target="_blank">buku-buku</a> yang menumpuk di rumahku adalah buku-buku non fiksi seperti modul-modul kuliah, public speaking, motivasi, dan berbagai <a href="http://bangfiko.web.id/3-menit-belajar-pengetahuan-umum/" target="_blank">buku-buku</a> lain punya Aksan dan bundanya.</p>
<p>Tetap semangat membaca, ya&#8230;</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Bukan+Membongkar+Gurita+Cikeas+http://bangfiko.web.id/?p=474" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/bukan-membongkar-gurita-cikeas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Narablog Indonesia, Perlukah?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 07:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[narablog indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas inti dari postingan ini, perlu juga saya berikan sedikit penjelasan tentang apa itu Narablog. Dalam sebuah diskusi di twitter bertepatan dengan hari Narablog Indonesia ke-2 tanggal 27 Oktober 2009, saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog adalah istilah untuk blogger dalam bahasa indonesia (di Indonesiakan). Hal ini muncul mengingat fasilitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas inti dari postingan ini, perlu juga saya berikan sedikit penjelasan tentang apa itu Narablog. Dalam sebuah diskusi di twitter bertepatan dengan hari Narablog Indonesia ke-2 tanggal 27 Oktober 2009, saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog adalah istilah untuk blogger dalam bahasa indonesia (di Indonesiakan). Hal ini muncul mengingat fasilitas blog itu tidak cuma blogger.com, tapi juga ada yang lain. Selanjutnya, tanggal 27 diperingati sebagai hari Narablog Indonesia, ketika menkominfo saat itu, M. Nuh mencanangkannya pada Pesta Blogger yang pertama tahun 2007. Diskusi selengkapnya bisa dibaca di <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/10/27/hari-narablog-nasional-%E2%80%93-tanya-jawab-di-twitter/" target="_blank">sini</a><span id="more-452"></span> Beberapa waktu lalu di Pesta Blogger 2009, aku mengutarakan sebuah pertanyaan, tepatnya usulan kepada Bapak Narablog Indonesia, Enda Nasution, agar narablog-narablog yang ada di Indonesia bisa dirangkum dalam sebuah wadah besar <strong>Narablog Indonesia</strong>. Tujuannya agar seluruh masyarakat Indonesia yang nge-blog, memiliki sebuah wadah khusus tempat mereka belajar, berdiskusi tentang segala hal yang berkaitan dengan profesi atau hobi yang ditekuninya, yaitu nge-blog. Selain itu, Narablog Indonesia selayaknya juga mendapatkan sebuah perlindungan dari wadah besar komunitas blogger Indonesia. Seperti sama-sama kita ketahui, banyak sekali Undang-undang ITE yang jika tidak dipahami, dapat menjerat kita dengan pelanggaran-pelanggaran hukum. Karena itu, perlu ada pembinaan yang berkala dan berkelanjutan dari para sesepuh-sesepuh narablog Indonesia yang mungkin memiliki wawasan lebih tentang hal ini.</p>
<p>Narablog Indonesia saat ini masih terkotak-kotak. Mereka masih tergabung dalam berbagai komunitas yang sifatnya masih kedaerahan. Dan banyak juga diantara mereka yang memilih menjadi blogger independent. Keberadaan Narablog Indonesia dengan berbagai komunitas yang ada di tanah air, merupakan potensi dan kekayaan yang jika dikelola dengan sebaik mungkin, bisa menjadi sebuah kekuatan kontrol sosial di negeri yang sedang penuh dengan gejolak ini.</p>
<p>Terakhir, dengan tidak mengurangi penghargaan kepada para sesepuh yang telah menggagas hadirnya Pesta Blogger di Indonesia, komunitas Narablog Indonesia diharapkan bisa menjadi pelaksana silaturahmi nasional narablog Indonesia yang lebih memiliki nilai kebersamaan sebagai Indonesia, dan lebih berisi!</p>
<p>Mari berdiskusi lewat form komentar, dan <strong>Salam hangat Narablog Indonesia!</strong></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Komunitas+Narablog+Indonesia%2C+Perlukah%3F+http://bangfiko.web.id/?p=452" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/komunitas-narablog-indonesia-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menu Tradisional Melayu Hanya Milik Orang Kaya?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 09:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menu tradisional melayu]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[PON XVIII]]></category>
		<category><![CDATA[riau]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Telur]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu lalu, ketika blogger Bertuah mendapakan kunjungan tamu blogger dari Aussie, Anthony Bianco, beberapa teman baik blogger maupun yang tidak, berkomentar begini: &#8220;Bang Fiko, kenapa Anthony pertama kali justeru diperkenalkan dengan menu yang bukan asli Melayu?&#8221;
Komentar itu muncul karena waktu pertama kali datang ke Pekanbaru, Anthony aku ajak untuk menikmati secangkir teh telur, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Teh-Telur.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-445" title="Teh Telur" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Teh-Telur-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu, ketika blogger Bertuah mendapakan kunjungan tamu blogger dari Aussie, <a href="http://bangfiko.web.id/pesta-blogger-2009-anthony-bianco-di-pekanbaru/" target="_blank">Anthony Bianco</a>, beberapa teman baik blogger maupun yang tidak, berkomentar begini: &#8220;Bang Fiko, kenapa Anthony pertama kali justeru diperkenalkan dengan menu yang bukan asli Melayu?&#8221;</p>
<p>Komentar itu muncul karena waktu pertama kali datang ke Pekanbaru, Anthony aku ajak untuk menikmati secangkir <a href="http://www.thetraveltart.com/how-to-make-teh-telur-tea-with-egg/" target="_blank">teh telur</a>, yang menjadi postingan pertamanya tentang Pekanbaru. Memang Teh Telur mungkin bukan menu asli melayu, tapi teh telur merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pekanbaru.</p>
<p><span id="more-442"></span>&#8220;Tapi kan menu masakan melayu banyak, Bang, di Pekanbaru..&#8221; Teman itu masih berusaha memojokkan aku dengan pernyataannya tersebut, seakan-akan aku tidak mencintai menu tradisionil nenek moyang leluhurku.</p>
<p>Padahal sebenarnya Anthony juga aku bawa untuk menikmati masakan khas Melayu di sebuah rumah makan yang lumayan berkelas. Ya, karena mamang kalau ingin menikmati menu masakan melayu di Pekanbaru, kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi mengingat harganya yang jauh di atas rata-rata rumah makan lain di Pekanbaru.</p>
<p>Rumah-rumah makan khas melayu yang ada di Pekanbaru sebagian besar merupakan tempat-tempat makan yang biasa dikunjungi para pejabat, tokoh-tokoh penting dari Jakarta, artis, dan orang-orang berkantong tebal lainnya. Sementara, sangat sulit untuk mencari menu tradisional melayu yang dijual di rumah-rumah makan standar masyarakat awam. Itulah sebabnya masyarakat Pekanbaru (sebagai ibukota provinsi Riau) yang katanya Melayu, mungkin banyak yang tidak familiar dengan menu-menu masakan melayu, termasuk aku. Bagiku, kalau ditanya menu masakan melayu seperti apa, cobalah makan di rumah orang-orang melayu. Maka anda akan merasakan resep masakan orang melayu.. hehe..</p>
<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Asam-Pedas-Baung-Riau-Original-Food.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-446" title="Asam Pedas Baung, Riau Original Food" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Asam-Pedas-Baung-Riau-Original-Food-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu di surat kabar lokal diberitakan bahwa Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Riau berencana akan menggalakkan wisata kuliner melayu. hal ini berkaitan dengan provinsi Riau yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012 mendatang. Namun, hingga saat ini, rencana itu sepertinya masih sebatas rencana yang entah kapan direalisasikan. Atau mungkin rencana itu akan menambah deretan rumah-rumah makan khas melayu yang mahal seperti yang ada saat ini.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru seharusnya mungkin lebih jeli untuk lebih memperbanyak tempat-tempat makan dengan menu masakan melayu nan murah, untuk dinikmati oleh masyarakat lokal dulu, baru berfikir untuk menyediakan tempat makan berkelas untuk tamu-tamu penting dari luar daerah. Dengan demikian, menu masakan melayu akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Semoga..</p>
<p>Ahh.. jadi lapar&#8230; menu masakan yang paling enak di mana ya? sepertinya menu masakan mama masih paling enak&#8230; Selamat makan..</p>
<p><em>note: gambar dicomot dari thetraveltart.com dan riaudailyphoto.blogspot.com</em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Menu+Tradisional+Melayu+Hanya+Milik+Orang+Kaya%3F+http://bangfiko.web.id/?p=442" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/menu-tradisional-melayu-hanya-milik-orang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infotainment</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/infotainment/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/infotainment/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 08:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Program TV]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[infotainment]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/infotainment/</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya aku tak berani untuk memberikan keputusan apakah Infotainment itu haram atau tidak. Karena pengetahuanku tentang agama pun masih belum seberapa. Karena itu tidak akan ada pembahasan mengenai haram atau halal tentang infotainment. Biarlah MUI yang memutuskannya.
Beberapa waktu yang lalu dalam postinganku sebelumnya, aku pernah menceritakan tentang fenomena sebuah media di era tahun 1830 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2009/12/logo_pwi.jpg1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-434" title="logo_pwi.jpg" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2009/12/logo_pwi.jpg1.gif" alt="logo_pwi.jpg" width="200" height="200" /></a>Rasanya aku tak berani untuk memberikan keputusan apakah Infotainment itu haram atau tidak. Karena pengetahuanku tentang agama pun masih belum seberapa. Karena itu tidak akan ada pembahasan mengenai haram atau halal tentang infotainment. Biarlah MUI yang memutuskannya.</p>
<p><span id="more-432"></span>Beberapa waktu yang lalu dalam <a href="http://bangfiko.web.id/manohara-sebuah-cerita/">postinganku</a> sebelumnya, aku pernah menceritakan tentang fenomena sebuah media di era tahun 1830 yang bernama Penny Press atau disebut juga koran kuning. Sebuah lembaran koran yang menceritakan tentang gossip dan sensasi artis pada masa itu, yang bertujuan untuk mendongkrak popularitas si artis. Sebagai koran kuning yang memang ditujukan untuk menyampaikan berita-berita sensasional walaupun kadang penuh kebohongan tersebut, mereka mungkin bisa membela diri bahwa mereka memang dibayar untuk tujuan tersebut. Dan para pemilik atau penulis di koran kuning ini disebut press agent atau agen pers, bukan jurnalis murni. Bagaimana dengan infotainment?</p>
<p>Saat ini keberadaan infotainment sudah sangat meresahkan. Keberadaan infotainment yang mungkin pada awalnya bertujuan untuk menyajikan berita-berita seputar perkembangan dunia entertainment Indonesia, saat ini lebih cendrung untuk menampilkan gossip-gossip yang sensasional yang berhubungan dengan para artis atau selebritis. Bahkan, berita yang belum jelas kebenarannya pun sudah dipublikasikan dengan jor-joran seolah-olah berita tersebut benar dan &#8216;benar-benar&#8217; ditunggu oleh pemirsanya. Dan ini sudah jelas-jelas melanggar kode etik wartawan Indonesia. Dalam Bab I Pasal 3 <a href="http://www.dewankehormatanpwi.com/aktifitas.php?Subject=1">Kode etik Jurnalistik Indonesia</a>, disebutkan bahwa Wartawan Indonesia pantang menyiarkan karya jurnallistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) yang menyesatkan memutar balikkan fakta, bersifat fitnah, cabul serta sensasional. Sementara kita sendiri bisa menilai bahwa berita-berita yang disajikan oleh infotainment sebagian besar lebih bersifat sensasional ketimbang fakta. Itu baru satu pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh para wartawan infotainment. Masih ada banyak lagi yang bisa kita lihat di Kode Etik Jurnalistik tersebut yang dengan terang-terangan telah dilanggar oleh wartawan infotainment itu. Dengan demikian, pantaskah kalau pada akhirnya PWI sebagai organisasi tertinggi wartawan Indonesia tetap membela para wartawan infotainment tersebut? Ada apa dengan PWI?</p>
<p>Kita juga dapat melihat beberapa kali terjadi perseteruan bahkan sampai berujung pada adu fisik antara para watawan infotainment dengan tokoh yang akan diwawancarai. Keluarga Azhari (bukan Azhari yang teroris ya), Baim wong, dan beberapa artis lainnya sempat terlibat perseteruan dengan pemburu berita infotainment. Dan terakhir, Luna Maya yang terlibat perseteruan dengan wartawan infotainment hingga berujung pada statement yang memaki dan menghujat para wartawan tersebut di jejaring sosial twitter miliknya. Kejadian tersebut tentunya menggambarkan kepada kita bahwa bukan hanya masyarakat saja yang sudah gerah dengan keberadaan infotainment, tapi kalangan yang menjadi objek pemberitaan infotainment itu pun sudah mulai muak dengan mereka. Luna Maya mungkin hanya satu orang yang akhirnya habis kesabarannya hingga mengeluarkan kata-kata yang memang tidak sepantasnya dikeluarkan dari seorang public figur seperti dirinya. Namun sebagai manusia biasa, Luna juga punya batas kesabaran yang seharusnya juga dipahami oleh para wartawan infotainment yang juga manusia. Bukan cicak, juga bukan buaya.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Infotainment+http://bangfiko.web.id/?p=432" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/infotainment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
