Archive for the ‘Wacana’ Category
Pendidikan Murah atau Pendidikan Berkualitas?
Mulai dari tingkat Playgroup atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkatan S 4 (Kalau ada), setiap individu di Indonesia dihadapkan pada dua pertanyaan seperti judul di atas. Mau yang murah? atau Mau yang berkualitas? Ya, sampai saat ini sepertinya setiap kita harus memilih diantara dua pilihan tersebut, mendapatkan pendidikan murah tapi kualitas tidak dijamin, atau mendapatkan pendidikan berkualitas tapi siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.
Melalui postingan ini saya ingin sedikit sharing pengalaman saya ketika mengikuti Amprokan Blogger Bekasi, awal maret lalu. Ketika itu, dalam kegiatan anjangsana keliling kota Bekasi, kita diajak untuk mengunjungi sebuah perguruan tinggi swasta yang bernama President University (PU). Membaca namanya, beberpa peserta, termasuk saya waktu itu berujar bahwa ini adalah kampus tempat kuliahnya calon presiden. Barangkali SBY kemarin juga kuliah disini
Namun ternyata itu hanya namanya saja. Perguruan tinggi ini justru tidak menyediakan jurusanIlmu Politik atau Ilmu Pemerintahan. Read the rest of this entry »
Tags: bekasi bersih partisipasi blogger, pendidikan yang murah dan berkualitas, perguruan tinggi favorit indonesia, perguruan tinggi idaman, perguruan tinggi terbaik, president university, sistem pendidikan yang baik di indonesia
Korupsi dan Anak-anak
“Ayah.. Apa itu korupsi?” tanya Aksan ketika berita ‘Cicak Vs Buaya’ marak diberitakan media di televisi beberapa waktu lalu.
“Korupsi itu sama dengan mencuri.” jawabku sesederhana mungkin.
“Oo.. Berarti orang yang korupsi pake topeng ya, Yah?” tanyanya lagi. Barangkali yang ada difikirannya adalah tokoh pencuri yang selalu memakai topeng dalam film-film di televisi.
“Kalau pencuri yang ini orangnya rapi-rapi.. Pake dasi atau seragam. Bukan seperti pencuri yang pake topeng gitu.”
“Wah.. kalau gitu Pak Polisi susah donk nangkap orang korupsi, Yah? Kan, gak keliatan kayak pencuri.”
Tags: anti korupsi, blogpost competition
Bukan Membongkar Gurita Cikeas
Masih ingat dengan buku “Membongkar Gurita Cikeas” karya George Junus Aditjondro yang fenomenal itu? Tadi aku melihat seorang lelaki tua menawarkan buku tersebut kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah jl Sudirman – Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Buku yang secara tiba-tiba hilang dari peredaran tersebut membuat orang begitu antusias memburu buku tersebut, bagaimanapun caranya.
Ada sebuah trik yang kurasakan yang mungkin saja dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan agar buku tersebut laris manis di pasaran, yaitu dengan cara membuat seolah-olah buku tersebut dicekal atau ditarik dari perederan. Atau menurut media diborong oleh sekelompok orang yang misterius. Tujuan dari trik ini adalah membuat orang menjadi penasaran akan isi buku tersebut, lalu, ketika buku itu diluncurkan kembali, masyarakat akan berbondong-bondong membelinya karena takut kehabisan lagi Read the rest of this entry »
Tags: Buku, membongkar gurita cikeas
Komunitas Narablog Indonesia, Perlukah?
Sebelum membahas inti dari postingan ini, perlu juga saya berikan sedikit penjelasan tentang apa itu Narablog. Dalam sebuah diskusi di twitter bertepatan dengan hari Narablog Indonesia ke-2 tanggal 27 Oktober 2009, saya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog adalah istilah untuk blogger dalam bahasa indonesia (di Indonesiakan). Hal ini muncul mengingat fasilitas blog itu tidak cuma blogger.com, tapi juga ada yang lain. Selanjutnya, tanggal 27 diperingati sebagai hari Narablog Indonesia, ketika menkominfo saat itu, M. Nuh mencanangkannya pada Pesta Blogger yang pertama tahun 2007. Diskusi selengkapnya bisa dibaca di sini Read the rest of this entry »
Tags: blog, narablog indonesia, pesta blogger
Menu Tradisional Melayu Hanya Milik Orang Kaya?
Beberapa waktu lalu, ketika blogger Bertuah mendapakan kunjungan tamu blogger dari Aussie, Anthony Bianco, beberapa teman baik blogger maupun yang tidak, berkomentar begini: “Bang Fiko, kenapa Anthony pertama kali justeru diperkenalkan dengan menu yang bukan asli Melayu?”
Komentar itu muncul karena waktu pertama kali datang ke Pekanbaru, Anthony aku ajak untuk menikmati secangkir teh telur, yang menjadi postingan pertamanya tentang Pekanbaru. Memang Teh Telur mungkin bukan menu asli melayu, tapi teh telur merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pekanbaru.
Tags: kuliner, menu tradisional melayu, pekanbaru, PON XVIII, riau, Teh Telur, wisata
Infotainment
Rasanya aku tak berani untuk memberikan keputusan apakah Infotainment itu haram atau tidak. Karena pengetahuanku tentang agama pun masih belum seberapa. Karena itu tidak akan ada pembahasan mengenai haram atau halal tentang infotainment. Biarlah MUI yang memutuskannya.
Tags: infotainment, luna maya, PWI, wartawan
Mengapa Mahasiswa Enggan Kembali ke Daerah Asal?
Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Riau (IMR-UI), salah seorang peserta mempertanyakan tentang realita bahwa mahasiswa yang kuliah di luar daerah (Riau), kebanyakan enggan kembali ke kampung halamannya? Termasuk mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.
Menjawab pertanyaan itu, Prof Dr Maswadi Rauf yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut menyampaikan tanggapannya sebagai berikut. Read the rest of this entry »
Tags: beasiswa, kuliah, lowongan kerja, mahasiswa, pekanbaru, pemerintah daerah, riau








