<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 13:26:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Aku, Kakak, dan Mbak</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/aku-kakak-dan-mbak/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/aku-kakak-dan-mbak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[baby sitter]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspirasional]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Tadi di sekolah, dalam pelajaran menggambar, Annisa dan teman-temannya disuruh menggambar tentang keluarga. Lantas, malam harinya Ia memperlihatkan gambar yang dibuatnya kepada mamanya yang baru kembali dari kerjaannya. Annisa: Mama.. Lihat, aku tadi di sekolah belajar menggambar sama teman-teman. Mama: (Dengan badan yang masih letih) Oya? Trus kamu menggambar apa, Nisa? Annisa: Aku tadi disuruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bs.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-461" title="bs" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bs.jpg" alt="" width="207" height="208" /></a></p>
<p>Tadi di sekolah, dalam pelajaran menggambar, Annisa dan teman-temannya disuruh menggambar tentang keluarga. Lantas, malam harinya Ia memperlihatkan gambar yang dibuatnya kepada mamanya yang baru kembali dari kerjaannya.</p>
<p>Annisa: Mama.. Lihat, aku tadi di sekolah belajar menggambar sama teman-teman.</p>
<p>Mama: (Dengan badan yang masih letih) Oya? Trus kamu menggambar apa, Nisa?</p>
<p>Annisa: Aku tadi disuruh menggambar keluarga. (Menyodorkan kertas gambarnya) Lihat, Ma.. Gambarku bagus kan?</p>
<p>Mama: Iya&#8230; Bagus sekali gambar kamu&#8230; Ini gambar siapa? (Mennunjuk ke gambar anak kecil yang ada di kertas gambar itu)</p>
<p><span id="more-460"></span>Annisa: Itu Annisa, Mama&#8230;</p>
<p>Mama: Trus kala yang ini?</p>
<p>Annisa: Itu gambar Kakak</p>
<p>Mama: Ooo.. Trus yang ini gambar siapa?</p>
<p>Annisa: Itu gambar Mbak lagi masak di dapur.</p>
<p>Mama: (Terdiam sebentar) Trus, Mama sama Papa kok gak ada?</p>
<p>Annisa: Iya, Mama sama Papa kan lagi kerja&#8230;</p>
<p>Mama: (Raut mukanya berubah) Ohh&#8230; Trus gimana supaya Mama dan papa bisa ada digambar Nisa?</p>
<p>Annisa: Gak apa, Ma.. Mama sama Papa kerja aja.. kan aku udah ditemani Kakak sama Mbak.</p>
<p>Air mata mamanya pun tak terbendung lagi&#8230; Ternyata konsep keluarga yang dipahami oleh anaknya yang baru berusia lima tahun itu membuat hatinya teriris&#8230; Keluarga di mata anaknya adalah anak bersama pengasuh di rumah. Sementara orang tua jarang di rumah karena kerja.</p>
<p>Kesibukan mengejar karir dan materi telah membuat Ia dan suaminya lupa bahwa kasih sayang dan bimbingan terhadap buah hatinya di rumah, jauh lebih penting daripada semua yang dicapai mereka sekarang.</p>
<p><em>Kisah ini diceritakan istriku saat pagi hari sebelum ke kantor.<br />
</em></p>
<p><em>Kakak : Pengasuh/baby sitter</em></p>
<p><em>Mbak : Pembantu</em></p>
<p><em>gambar dipinjam dari osinaga.wordpress.com</em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Aku%2C+Kakak%2C+dan+Mbak+http://bangfiko.web.id/?p=460" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/aku-kakak-dan-mbak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Inti</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/keluarga-inti/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/keluarga-inti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 00:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak bertanya]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga inti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aksan kenapa sih suka nyelip di tengah-tengah kalau duduk?&#8221; Tanyaku ketika sedang ngantri di dokter anak. &#8220;Aksan kan mau seperti keluarga inti, Yah.&#8221; &#8220;Keluarga inti gimana?&#8221; Tanya Bunda. &#8220;Kan kalau keluarga inti itu ada Ayah, Bunda, dan Anak-anak.&#8221; Aksan berusaha menjelaskan. &#8220;Tapi kenapa Abang harus duduk ditengah-tengah kalau mau jadi keluarga inti?&#8221; Aku yang bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aksan kenapa sih suka nyelip di tengah-tengah kalau duduk?&#8221; Tanyaku ketika sedang ngantri di dokter anak.</p>
<p>&#8220;Aksan kan mau seperti keluarga inti, Yah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Keluarga inti gimana?&#8221; Tanya Bunda.</p>
<p>&#8220;Kan kalau keluarga inti itu ada Ayah, Bunda, dan Anak-anak.&#8221; Aksan berusaha menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Tapi kenapa Abang harus duduk ditengah-tengah kalau mau jadi keluarga inti?&#8221; Aku yang bertanya lagi.</p>
<p>&#8220;Kan kalau keluarga inti itu anak-anak dilindungi oleh orang tuanya, Yah..&#8221;</p>
<p>Aku mencoba memahami pemikirannya. Sepertinya yang dimaksudkan oleh Aksan adalah berbagai gambar atau logo yang menggambarkan keluarga inti seperti di bawah ini.</p>
<p><span id="more-190"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-191" title="kb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/uploads/2009/05/kb-242x300.jpg" alt="kb" width="242" height="300" /></p>
<p>Pemahamannya tentang gambar adalah bahwa untuk menjadi keluarga inti adalah bahwa orang tua harus berada di sisi luar untuk melindungi anak-anaknya. Termasuk ketika duduk, berjalan, dan tidur.</p>
<p>&#8220;Benar begitu, San?&#8221; Tanya bundanya.</p>
<p>&#8220;Iya.&#8221; Jawab Aksan singkat.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya itu kan hanya sebuah gambar, San. Maksudnya, Ayah sama Bunda melindungi anak-anaknya.&#8221; Aku mencoba menjelaskan makna logo itu. &#8220;Melindungi juga maksudnya menjaga, mendidik, menyayangi, pokoknya ngasih yang terbaik untuk anak-anak dan keluarganya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi Aksan masih mau duduk ditengah, Yah..&#8221;</p>
<p>Aksan masih bersikeras ingin duduk ditengah, sementara aku udah kesempitan, demikian juga bundanya yang sedang nggendong Aurel.  Suasana prakter dr. Evi Kamelia di Jalan Sudirman, Pekanbaru ini memang selalu ramai pasien, Sehingga sulit untuk mencari tempat duduk di ruang tunggu.</p>
<p>&#8220;Ya udah, Aksan dipangku ayah aja mau?&#8221; Aku menawarkan opsi lain</p>
<p>&#8220;Ya udahlah..&#8221; Dengan berat hati Aksan berdiri dan kemudian pindah ke pangkuanku. Maka aku pun memangku beban seberat 35kg selama lebih kurang setengah jam sebelum kami dipanggil masuk ke ruang periksa dokter.</p>
<p>&#8220;Hmmmmhhh&#8230;&#8221;</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Keluarga+Inti+http://bangfiko.web.id/?p=190" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/keluarga-inti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
