<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metamorfosa Cahaya Indonesia &#187; film</title>
	<atom:link href="http://bangfiko.web.id/category/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangfiko.web.id</link>
	<description>bangfiko.web.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 13:48:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Maria Ozawa Miyabi di Film Indonesia?</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 00:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[mengembalikan jati diri bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Ntah apa yang ada dalam fikiran seorang sutradara Indonesia ini.. Sebanyak ini wanita-wanita Indonesia yang cantik dan lebih menarik ketimbang bintang porno Jepang Maria Ozawa Miyabi, dia malah memilih untuk mengajak sang artis untuk bermain film di Indonesia. Film yang katanya berjudul &#8220;Menculik Miyabi&#8221; itu memang menempatkan sang artis sebagai pemeran utamanya.
Tentu saja keinginan tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ntah apa yang ada dalam fikiran seorang sutradara Indonesia ini.. Sebanyak ini wanita-wanita Indonesia yang cantik dan lebih menarik ketimbang bintang porno Jepang Maria Ozawa Miyabi, dia malah memilih untuk mengajak sang artis untuk bermain film di Indonesia. Film yang katanya berjudul &#8220;Menculik Miyabi&#8221; itu memang menempatkan sang artis sebagai pemeran utamanya.</p>
<p><span id="more-347"></span>Tentu saja keinginan tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak di Indonesia. Dan yang paling keras menentang adalah MUI. Hehehe&#8230; Saya juga berdiri sejajar dengan MUI untuk menentang berperannya Miyabi di Film Indonesia.</p>
<p>Di saat insan perfilman tanah air sedang berduka dengan keluarnya UU Perfilman yang baru disahkan DPR beberapa waktu lalu, sang sutradara justru sudah terang-terangan menentang UU tersebut, dengan melibatkan orang asing dalam filmnya. Dan semakin parah dengan orang asing yang diajaknya tersebut ternyata adalah bintang film porno.</p>
<p>Bagi saya, sepertinya sulit untuk memahami pemikiran para insan perfilman tanah air. Kebangkitan Film Tanah Air sepertinya tidak mampu untuk membangkitkan kreatifitas mereka untuk memproduksi film-film yang mengusung tema bervariasi dan sarat akan pesan moral.</p>
<p>Bangsa ini sedang butuh suntikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, keluar dari krisis moral yang melanda masyarakatnya. Dan semestinya, film sebagai sebuah media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok negeri, justru masih jauh dari yang diharapkan.</p>
<p>Dalam sebuah obrolan di Facebook, seorang teman saya menuliskan statusnya tentang krisis yang terjadi di masyarakat, terutama anak-anak muda di pelosok desa, yang menganggap bahwa &#8216;pekerjaan&#8217; itu adalah di perkotaan atau kerja kantoran. Hal ini mengakibatkan para pemuda yang seharusnya menjadi petani-petani handal di masa mendatang, mulai meninggalkan sawahnya dan berbondong-bondong ke kota untuk meraih mimpinya bekerja di kantor. Apa yang menyebabkan ini terjadi? Salah satu faktor penyebabnya adalah tayangan sinetron yang selalu menampilkan para eksekutif muda perkotaan dengan gaya hidup mereka yang glamour.</p>
<p>Uraian diatas mungkin hanya sebuah hipotesa yang belum terbukti keabsahannya. Namun secara logika, kesimpula itu saya rasa berkemungkinan besar BENAR. Televisi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan sebuah kebudayaan. Jadi, apabila tv menampilkan berbagai bentuk kekerasan, maka masyarakat akan cendrung berperilaku kasar pula. Demikian juga bila yang ditampilkan adalah kebidupan glamour, maka masyarakat juga akan cendrung untuk tampil glamour. Inilah yang pada akhirnya merubah gaya hidup bangsa Indonesia menjadi ikut-ikutan glamour.</p>
<p>Butuh kedewasaan dan kecerdasan dari kita semua untuk pandai-pandai menciptakan atau menonton tayangan-tayangan yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat.</p>
<p><em>Postingan ini juga diikutkan dalam kontes SEO &#8220;<strong>Mengembalikan Jati Diri Bangsa</strong>&#8220;.. Mohon dukungannya untuk blog ini. Bagi yang ingin ikutan, kunjungi <a href="http://www.beritajitu.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=689:beritajitucom-gelar-kontes-seo-berhadiah-275-juta-rupiah&amp;catid=56:event" target="_blank">beritajitu.com</a></em></p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Maria+Ozawa+Miyabi+di+Film+Indonesia%3F+http://bangfiko.web.id/?p=347" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/maria-ozawa-miyabi-di-film-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Propaganda Lewat Film</title>
		<link>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/</link>
		<comments>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 00:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang Fiko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Santai]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[armageddon]]></category>
		<category><![CDATA[propaganda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfiko.web.id/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu di TV diputar film &#8220;Armageddon&#8221;. Entah kenapa, walaupun sudah berulang-ulang menonton film ini, aku kembali tergerak untuk menontonnya lagi. Tentunya teman-teman semua sudah pernah nonton film ini dan sudah hapal dengan isi dari film tersebut. Jadi, aku tak akan membahas isi filmnya lagi.
Aku hanya tergerak untuk mebahas tentang sisi patriotisme dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu di TV diputar film &#8220;Armageddon&#8221;. Entah kenapa, walaupun sudah berulang-ulang menonton film ini, aku kembali tergerak untuk menontonnya lagi. Tentunya teman-teman semua sudah pernah nonton film ini dan sudah hapal dengan isi dari film tersebut. Jadi, aku tak akan membahas isi filmnya lagi.</p>
<p>Aku hanya tergerak untuk mebahas tentang sisi patriotisme dan propaganda Amerika yang ada di film ini. Teman-teman pasti ingat adegan dimana para &#8220;orang-orang pilihan&#8221; yang akan diberangkatkan ke Asteroid itu berjalan menuju pesawat dengan diiringi ilustrasi musik yang patriotik banget, ditambah lagi dengan <span id="more-144"></span>efek slowmotion, menggambarkan betapa gagahnya para pejuang yang akan menyelamatkan bumi dari kepunahan akibat dihantam asteroid tersebut. Kalau aku boleh menyebutkan bahwa adegan itu adalah salah satu adegan terbaik dari sekian banyak adegan yang ada.</p>
<p>Kemudian, diakhir film, kita melihat bagaimana seluruh dunia bersatu dalam doa dan menaruh harapan besar kepada para pejuang-pejuang dari Amerika tersebut. Disinilah aku melihat sisi propaganda Amerika yang sangat kuat. Film itu seolah-olah menunjukkan bahwa Amerika adalah negara besar yang selalu siap melindungi bumi ini dari kehancuran. Padahal, dalam kenyataannya, Amerika adalah negara yang selalu berada di depan dalam setiap pertempuran yang notabene membuat luluh lantak setiap negara yang dimasukinya. &#8220;Armageddon&#8221; menunjukkan bahwa film, yang oleh sebagian besar orang dianggap hanya sebagai sebuah hiburan belaka, ternyata memiliki media yang sangat kuat untuk melakukan propaganda.</p>
<p>Bagaimana dengan Indonesia? Dulu, pada masa Orde Baru, kita tentunya masih ingat dengan berbagai film perjuangan yang diproduksi di negeri ini. Sebut saja &#8220;Janur Kuning&#8221;, &#8220;Pemberontakan G 30 S PKI&#8221;, &#8220;Cut Nyak Dhien&#8221;, dan lain sebagainya. Film Janur Kuning yang menggambarkan peristiwa sejarah Serangan Umum 1 Maret tersebut berhasil menumbuhkan kekaguman kita terhadap Soeharto yang ketika itu menjabat sebagai presiden RI. Padahal, menurut cerita, Soeharto sama sekali tidak terlibat dalam pertempuran tersebut. Begitu juga dengan film Pemberontakan G 30 S PKI. Kita kembali melihat kegagahan seorang Soeharto yang mengambil alih kekuasaan demi kestabilan bangsa. Pada akhirnya, setelah tumbangnya rezim Orde Baru, film tersebut digugat karena katanya tidak sesuai dengan sejarah. Tapi ternyata, selama berpuluh-puluh tahun, masayarakat Indonesia telah lebih dahulu memahami peristiwa G 30 S PKI tersebut seperti apa yang muncul di film. Sekali lagi, film telah menjadi alat propaganda yang sangat baik untuk membentuk opini publik tentang suatu peristiwa atau seorang tokoh.</p>
<p>Saat ini, saya melihat bahwa Film Indonesia telah menjadi sarana propaganda kebudayaan barat dan sesat. Sebuah propaganda bahwa hal-hal yang haram itu sekarang sudah menjadi halal, dan mengangkat mistik-mistik yang menyesatkan. Dan film-film seperti in begitu laris dipasaran dan terus-menerus diproduksi. Paling tidak itu anggapan para produser film kita.</p>
<p align="left"><a class="tt" href="http://twitter.com/home/?status=Propaganda+Lewat+Film+http://bangfiko.web.id/?p=144" title="Post to Twitter"><img class="nothumb" src="http://bangfiko.web.id/wp-content/plugins/tweet-this/icons/tt-twitter-micro4.png" alt="Post to Twitter" /></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangfiko.web.id/propaganda-lewat-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
