Birokrasi, Informasi, Koordinasi, Komunikasi, Efisiensi, Demi Sesuap Nasi

Hwaaaaaahhhhh… Letih betul badan dan fikiran nih…

Aktivitas yang melelahkan di dunia nyata hampir menyita semua waktuku. Sebulan menjalankan sebuah kegiatan bersama teman-teman, benar-benar membuat fisik dan fikiranku terkuras habis. Dan judul panjang postingan ini bisa jadi menggambarkan aktivitas yang aku lakukan sebulan ini. Dan karena aktivitas ini pula, berbagai tema tulisan yang ingin aku tuangkan di lembaran demi lembaran blog ini jadi tertunda ntah sampai kapan, dan mungkin juga akan menjadi basi.

Ada apa dengan rangkaian kata-kata yang menjadi judul tulisan ini? aku tak akan menguraikannya satu persatu, namun akan menjadi sebuah cerita panjang (mungkin), yang semoga saja memberi manfaat kepada yang membacanya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa birokrasi yang ada di negeri ini masih berantakan dan menyebalkan. Aku gak tahu mesti menulisnya dengan istilah apa lagi. Tapi yang pasti birokrasi yang berantakan dan menyebalkan ini telah membuat aku harus berulang-ulang mengurus satu urusan yang itu-itu saja.

Buruknya birokrasi ini ditambah lagi dengan informasi yang tidak jelas tentang aturan dan syarat-syarat dalam mengurus sesuatu. Bahkan ternyata yang lebih parah, pihak-pihak yang ternyata tidak berkepentingan untuk mengurus sesuatu, mengaku-ngaku bahwa harus berurusan dengan dia. Jadinya, ketika urusan telah selesai, ternyata kita harus berhadapan lagi dengan pihak lain yang juga mengatakan bahwa dia yang berhak untuk urusan itu. Ntah mana yang benar dan mana yang salah.

Selanjutnya, ketika akhirnya urusan birokrasi dengan informasi yang tidak jelas tersebut selesai, ternyata kita masih harus menghadapi sebuah koordinasi yang tidak jelas antara dua pihak yang berkaitan. Hal ini menyebabkan lagi-lagi aku harus mengulang sebuah urusan itu kembali dari semula. Pffftttt…

Akhirnya, sebuah kesimpulan yang kubuat tentang hal ini adalah bahwa para petugas, pelayan masyarakat yang berada dalam sebuah wadah bernama pemerintah, harus banyak belajar tentang ilmu komunikasi. Harus lebih mengetahui mana yang seharusnya bisa lebih efisien dan mempermudah urusan. Juga harus belajar bahwa setiap orang memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Jadi janganlah sok merasa penting hingga mengambil “lahan” orang lain. Dan yang tak kalah penting tentunya bagaimana seharusnya kita bisa saling berkoordinasi tentang segala hal agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Ohya, masih ada satu hal yang belum kujabarkan dari judul di atas, yaitu: ‘Demi Sesuap Nasi’

Kalau itu sih sebenarnya sudah jelas bahwa apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar adalah untuk mencari nafkah. Baik saya, para birokrat, atau siapa saja. DEMI SESUAP NASI!

Setiap orang kan sudah ada “suapan”nya masing-masing, jadi jangan ngambil punya orang!

gambar dari: jsops.multiply.com

Share and Enjoy:
  • Print
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • Technorati
  • Facebook
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • email
  • Digg
  • Add to favorites

Post to Twitter

Tags: , , , ,

11 Comments

Leave a Reply

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

CommentLuv Enabled