Apakah Mereka Tak Sekolah?
Pertanyaan ini selalu muncul dalam benakku setiap pagi ketika menyaksikan acara musik di TV swasta Indonesia. Acara yang pertama kali muncul di SCTV dengan nama “Inbox”, kemudian disusul (latah) oleh RCTI dengan nama “Dahsyat”, dan terkahir ada juga di Trans TV dengan judul “Derings” (kalo yang ini aku suka, ada Sandra Dewinya.. Wakakaka).
Trus hubungannya dengan pertanyaan itu?
Kalo Anda selalu menyaksikan acara tersebut, pasti melihat kalo yang datang ke tempat acara tersebut sebagian besar adalah anak-anak dan remaja. Nah, di jam yang seharusnya mereka berada di sekolah atau kampus, kenapa mereka bisa hadir disitu? Apa mereka tak sekolah demi menyaksikan artis pujaannya? Wah, lebih penting liat artis dong daripada sekolah.
Apakah produser acara yang merancang acara ini tidak memperhatikan hal tersebut? Sehingga dengan santainya si pembawa acara, pada saat akhir acara selalu mengajak para penonton yang hadir saat itu untuk “besok datang lagi” dengan iming-iming artis yang lebih keren.
Untuk Dahsyat atau Derings mungkin masih bisa ditoleransi karena pengunjungnya berganti-ganti setiap hari, dan itu pun jumlahnya tak banyak. Berbeda dengan Inbox yang diselenggarakan di Mal layaknya menonton pertunjukan konser musik, pengunjungnya bisa sampai ribuan. Apakah ada jaminan dari produser acara kalau yang hadir di lokasi acara itu selalu berganti-ganti setiap harinya, sementara di satu lokasi acara saja mereka bisa manggung selama satu minggu.
Sangat disayangkan ketika Pemerintah sibuk mengiklankan Sekolah Gratis ada dimana-mana, justru anak sekolahnya yang ntah berada dimana pada jam sekolah.
Tags: dahsyat, derings, inbox, konser musik, produser, Program TV, rcti, remaja, sctv, trans TV






mampir dimalam minggu..membawa hadiah award buat dirimu sob..silahkan diambil ya..Tq
Btw, ‘rumah baru’ nya keren banget nih…merah=berani..Bravo bang Fiko!!
wew…
rian´s last blog post..pHoToGrAfi
Sekarang ini di pagi hari, hampir di semua stasiun TV emang ada “pengerahan massa” untuk memeriahkan acara-2 musik. Entah dari mana mereka mendapatkan penonton begitu banyak………
Pendidikan di Indonesia pendidikan artis bang, buktinya banyak yang berlomba-lomba untuk jadi artis…
Mungkin mereka masuk siang sekolahnya Bang Fiko…
Bisa juga mereka bolos..moga aja engga, hehe..
Hihi, jadi inget jaman2 SMA dulu, hihi..
habibie reza´s last blog post..Metode Lain untuk Merespons Comment?
Sekolah siang kali mereka Bang…???
Semoga aja…
Kasian kan kalo mereka cabut cuma gara2 nonton itu
iya ya.. bener juga.. baru ngeh euy..
Makasih ya mas, dengan masukan manajemen pagelarannya. Sukses buat mas. Wassalm
yang saya pikir bukan mereka sekolah atau tidak
tapi apakah hidup hanya utnuk berfoya2 kaya gitu
tahukah mereka maut itu kapan datangnya?
orang tua kadang sangat kecewa klo tahu anaknya kaya gituan
kalo menurut database dept hukum dan HAM, pemilik hak paten perorangan.
Dalam UU 19/2002 ttg hak cipta
Pasal 1
Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya
melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan,
keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat
pribadi.
pasal 10
Negara memegang Hak Cipta atas folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik
bersama, seperti cerita, hikayat, dongeng, legenda, babad, lagu, kerajinan tangan,
koreografi, tarian, kaligrafi, dan karya seni lainnya.
songket sebagai kebudayaan tidak dapat didaftarkan atas nama pribadi (ini pernah dilakukan dan ditolak), masih terjadi simpang siur masalah ini.
masalah sama bang fiko mungkin adalah motif itu sudah didaftarkan, tapi belom mendapat persetujuan, dan mereka menggertak bahwa sudah dipatenkan.
aku belom menemukan hak paten songket dalam database HKI (ada yang bisa bantu?)
Wah makasih atas infonya, Ucu..
minta aja ma mereka nomor hak cipta/patennya
kurasa mereka mengelak
Malas berteking ah… Hehehe
Wah keren bang blognya… terlambat informasi nich saya… masalahnya belakangan ini saya agak sibuk dikit bang… jangan lupa mampir ke blog saya buat semangat saya…
wordpress 1 lagi apa khabar?
mall yang di pojokan mangga dua itu khan
hiiiiiiiii rame
kali mereka masuk siang bang
kalo masuk pagi bearti mereka bacut cabut
wah kasien dunia pendidikan indonesia
kalah ma dunia artis
Dimana KPI ya, Bang? Ikutan nonton juga?
Oiya, ya. Saya baru nyadar, Bang Fiko. Tapi bisa jadi mereka yang nonton, masuk siang. Mungkin.
Tapi yang aneh, di Inbox kan ada telpon2an via 3G gitu kan? Berarti ga pada konsen ke pelajaran kali ya?
Dan di Dahsyat ada fasilitas fesbuk. Berarti pada sibuk nge-wall daripada merhatiin bu guru dan pak guru menerangkan pelajaran.
Untung saja, ada acara kaya gitu setelah saya dan adik saya lulus sekolah. Kalo sudah lama, tauk deh.
“Untung saja, ada acara kaya gitu setelah saya dan adik saya lulus sekolah. Kalo sudah lama, tauk deh.”
Kalo acara kayak gitu udah lama, ikutan berada disitu kali ya.. Hehehe
pada izin sakit kali bang.., kan boleh pulang.. wwkwkk
…….
Hmm..hihi, malu aku,
habibie reza´s last blog post..Metode Lain untuk Merespons Comment?
ngefans Sandra Dewi toh? sama….
btw, iya..ya..bukannya belajar kok malah mejeng di televisi?
benar bang..acara2 di Tv yg life itu penontonnya kebanyak anak sekolah yg seharusnya bersekolah
waduh .,.. kagak tahu juga tuch …
lo anak sma kan emang udah libur abank …
mungkin juga mereka anak mahasiawa …
lo anak smp jakarta mungkin libur juga kali … bis unas ..
cayooo indonesia
Lha, prasaan acaranya udah setaun lebih deh… Emang selama setahun anak sekolah libur ya?
wew,,, ini dia yg merusak generasi muda indonesia bg……..
wah iya2 ternyata gak hanya ibuku saja yg berpikiran kayak gini……